Penumpang di Pelabuhan Bakauheni Mulai Membludak
LAMPUNG—Ribuan calon penumpang pejalan kaki dari berbagai kota di Pulau Sumatera yang akan mengggunakan moda transportasi kapal roll on roll off (Roro) mulai memadati loket pembelian tiket penumpang pejalan kaki di Pelabuhan Bakauheni, Rabu (28/6/2017).
Tren keberangkatan pemudik pejalan kaki dalam arus balik lebaran Idul Fitri 1438 Hijriyah yang memilih perjalanan pagi hari membuat antrian pemudik pejalan kaki tidak terelakkan di depan loket penjualan tiket pejalan kaki yang disiapkan sebanyak 12 loket penjualan tiket,10 di antaranya loket penjualan tiket dan 2 loket portable. Petugas kepolisian, satuan polisi pamong praja, relawan dari ASDP pusat, security dikerahkan guna mengantisipasi penumpukan dan memanjangnya antrian di loket pembelian tiket dengan kebijakan pembelian tiket dilakukan oleh satu dua orang jika pemudik berangkat secara berombongan.

Hingga siang ini, pada lebaran hari kedua berdasarkan data posko angkutan arus balik Pelabuhan Bakauheni tercatat 107.057 penumpang telah diseberangkan, di antaranya 85.597 orang penumpang dalam kendaraan dan 21.460 penumpang pejalan kaki. Kepadatan arus kedatangan calon penumpang pejalan kaki bahkan di antaranya kaum lanjut usia (lansia) dan anak-anak yang ikut berdesak-desakan dengan calon pembeli tiket lain akibat tidak adanya jalur khusus pembelian tiket khusus lansia, anak-anak dan wanita serta jalur khusus ke gangway saat akan naik ke kapal.
Seorang lansia asal Lampung tujuan Tangerang yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa, bahkan terpaksa dibantu oleh Brigadir Polisi Dua Novi Luvita, salah satu anggota polisi wanita dari Polres Lampung Selatan, akibat berdesak-desakan dengan calon penumpang kapal lainnya. Bripda Novi mengungkapkan, semenjak bertugas selama hampir dua pekan dirinya kerap menjumpai lansia yang membutuhkan bantuan termasuk kaum wanita yang membawa anak kecil ditambah membawa barang-barang bawaan yang cukup banyak.
“Sebagai anggota Polwan bersama sekitar delapan anggota lain kita ditempatkan di loket penjualan tiket, gangway dan juga ruang tunggu sebelum naik ke gangway untuk mengarahkan penumpang pejalan kaki yang akan naik ke kapal dan membantu menuntun lansia, bahkan membawanya dengan kursi roda, membawakan barang bawaan penumpang,” terang Bripda Novi, saat ditemui Cendana News di loby pembelian tiket penumpang pejalan kaki, Rabu (28/6/2017).
Selain membawakan barang dan menuntun lansia yang menunggu keluarganya membeli tiket, Bripda Novi juga menyebut anggota Polwan yang dikerahkan membantu pemudik dalam arus balik tersebut melakukan pemilahan penumpang yang membawa rombongan dan tidak. Bagi pemudik arus balik yang akan membeli tiket pejalan kaki secara rombongan langsung diarahkan ke ruang tunggu, agar tidak memperpanjang antrian. Bagi pemudik dengan membawa anak-anak diarahkan ke kid corner atau area bermain anak menghindari kebosanan menunggu kapal.
Membludaknya arus penumpang pejalan kaki yang akan naik ke kapal membuat sejumlah gangway dipenuhi oleh pemudik arus balik yang akan menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak Banten. Tiga dermaga yang memanfaatkan fasilitas gangway dua jalur, di antaranya Dermaga I, II dan III, yang terus mengalami penumpukan akibat kedatangan kapal dari Pelabuhan Merak, terlambat.
“Kita lakukan sistem buka tutup agar penumpang pejalan kaki tidak terkonsentrasi di salah satu gangway dan dermaga, dan menghindari penumpang berdesakan di gangway,” terang Edward, salah satu petugas dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Bakauheni.
Selain mengarahkan penumpang, petugas KSOP juga dikerahkan untuk membatasi manifest atau jumlah penumpang kapal yang akan naik ke kapal agar tidak terjadi kelebihan kapasitas. Proses buka tutup dilakukan saat terjadi lonjakan arus calon penumpang pejalan kaki yang akan naik ke kapal dengan memberikan batasan kepada setiap kapal mengangkut penumpang menyesuaikan waktu pelayanan.
Pantauan Cendana News gangway dua jalur yang sudah terlihat dipenuhi calon penumpang pejalan kaki masih terlihat stagnan akibat kedatangan kapal dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakauheni yang mengalami keterlambatan. Beberapa penumpang yang tak mau berdesak desakan dengan membawa rombongan anak anak dan lansia bahkan diarahkan oleh anggota polwan bermain di ruang bermain anak anak.