Pengamanan Bandara Halim Diback-up BAIS dan BIN

JAKARTA — Wakil Ketua DPD RI, Nono Sampono, berharap keamanan di Bandara Udara (Bandara) Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, senantiasa dijaga. Terlebih saat ini, dengan adanya potensi masuknya teroris dan arus mudik lebaran 2017.

Hal itu dikatakan Nono saat meninjau kesiapan mudik di badara tersebut, Kamis (22/6/2017), malam. Menurut Nono, Bandara Halim Perdanakusuma yang satu-satunya harus dikedepankan, yaitu kebutuhan pelayan masyarakat. Hal itu yang harus ditingkatkan, karena setiap tahun perkembangan kendaraan pribadi semakin meningkat.

“Jadi, akses ke Bandara sini, fasilitasnya harus terwadahi dengan baik, itu sangat penting,” ujar Nono, saat mengunjungi Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta timur, Kamis (22/6/2017), malam.
Selain itu, Nono menyoroti keamanan di bandara, mengingat akhir akhir ini ancaman hadirnya kelompok teroris sangat sensitif. Hal itu semestinya diantisipasi, karena kepadatan dan keramaian, bisa membuka ruang untuk teroris beraksi.
“Keamanan perlu ditingkatkan, sehingga keselamatan pemudik itu terjamin,” harapnya.
Sementara, General Manejer Bandara Halim Perdanakusuma, Kolonel Penerbangan, A Rasyid Jauhari, menjamin tidak akan ada teror di bandara saat mudik tahun ini. Menurutnya, selama tiga tahun beroperasi, Bandara Halim Perdanakusuma sangat potensial, dan terhindar dari terorisme.
“Dengan dialihkannya penerbangan dari Soekarno Hatta ke sini, karena bandara di Cengkareng saat itu kapasitasnya sudah melampaui batas. Hal tersebut menjadi pertimbangan pemerintah, dan akhirnya penerbangan komersil untuk pengangkutan penumpang umum bisa beroperasi di Bandara Halim hingga kini,” katanya.
Menurut Jauhari, dengan kekuatan saat ini, pihaknya mengoperasikan dua maskapai yang dalam 1 jam bisa 12 kali penerbangan, itu belum termasuk kegiatan militer, sehingga dalam 1 hari diperkirakan ada 250 kali penerbangan.
Pengecekan ini juga dihadiri Kadisops Lanud, perwakilan Kapolres Jakarta timur, dan Kadishub DKI Jakarta.
Jauhari menjelaskan, untuk menjamin keselamatan para pemudik, selain Security Internal Bandara, pihaknya juga telah bekerjasama dengan Badan Intelijen Strategis (BAIS TNI), Badan Intelijen Negara (BIN) dan Kepolisian Polsek Kampung Makassar, Jakarta Timur.
Masalah keamanan, beber Jauhari, pihaknya telah diback up BAIS dan BIN, Bahkan juga sudah memberikan akses masuk di bandara, sehingga terkait sesuatu hal yang tidak diinginkan bisa diantisipasi oleh gabungan intelijen. “Semoga Lebaran tahun ini, pemudik yang terbang menggunakan pesawat dari  Bandara Halim bisa terjamin keselamatannya,” tutur Jauhari.
Lihat juga...