Pemudik Masih Padati Stasiun Gambir H-1 Lebaran

JAKARTA — Satu hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah, pemudik terus memadati area Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, untuk pulang ke kampung halamannya.

Senior Manager Humas PT KAI Daop I Jakarta, Suprapto di Jakarta, Sabtu, mengatakan, jumlah pemudik yang berangkat dari Stasiun Gambir pada Sabtu ini mencapai 16.654 penumpang, sementara jumlah penumpang yang datang di Stasiun Gambir sebanyak 6.099 penumpang.

“Sejak awal periode mudik, yaitu pada H-10 atau 15 Juni 2017, keberangkatan penumpang tercatat sebanyak 13.235 penumpang. Jumlahnya melonjak sejak H-4 yang rata-rata per hari memberangkatkan 16 ribuan penumpang,” kata Suprapto.

Ia menyebutkan, jumlah pemudik yang diberangkatkan dari Gambir pada tahun ini secara kumulatif meningkat dibandingkan tahun lalu. Data dari Posko Angkutan Lebaran 2017 per 24 Juni 2017 pukul 14.00, Gambir memberangkatkan 156.819 penumpang pada 2017 sementara tahun lalu di periode yang sama hanya 131.033 penumpang.

Hal itu, kata dia, dipengaruhi jumlah kereta api tambahan yang tersedia di Stasiun Gambir. Gambir yang tahun lalu hanya menyediakan enam kereta api tambahan, tahun ini menyediakan 12 kereta tambahan, yang empat di antaranya merupakan KA fakultatif.

Selama periode mudik Lebaran, Stasiun Gambir menyiagakan 40 armada kereta api, terdiri dari 28 KA reguler dan 12 KA tambahan. Belasan ribu penumpang berangkat setiap harinya menuju berbagai daerah di pulau Jawa seperti Bandung, Yogyakarta, Solo, Surabaya, hingga paling jauh menuju Malang. Ia memprediksi jumlah penumpang akan tetap stabil hingga hari kedua lebaran (H2).

“Pada H+1 lebaran jumlah pemudik yang berangkat dari Stasiun Gambir mulai menurun, diperkirakan mencapai 14.865 penumpang, H+2 jumlah pemudik yang berangkat mencapai 12.893 penumpang,” katanya.

Namun, lanjut Suprapto, jumlah pemudik yang datang melalui Stasiun Gambir atau arus balik akan terjadi pada H+4 mencapai 14.331 penumpang.

Di Stasiun Gambir, pihaknya belum menemukan kendala yang berarti, baik dari segi keamanan maupun pelayanan penumpang di Stasiun Gambir.

“Tak seperti Stasiun Pasar Senen yang ditemukan 12 tiket boarding pass palsu. Di Stasiun Gambir masih aman-aman saja,” katanya.

Suprapto pun mengimbau kepada calon penumpang agar membeli tiket tidak melalui perorangan atau calo, karena hal ini rentan dengan terjadinya praktik penipuan.

Ia pun membetikan tips kepada masyarakat yang hendak bepergian menggunakan KA, agar tidak tertipu tiket palsu, di antaranya, para calon penumpang disarankan untuk mencetak sendiri ‘boarding pass’ di check in counter yang telah disediakan di stasiun; calon penumpang disarankan untuk tidak membeli tiket dalam bentuk ‘boarding pass’.

“Pastikan keaslian boarding pass dengan cara melihat kode pengaman berupa pola tulisan Kereta Api Indonesia pada ‘boarding pass’. Jika ada keraguan terhadap boarding pass, segera konfirmasi ke petugas atau customer service yang ada di stasiun, atau bisa juga melalui contact centre PT KAI di (021) 121, atau bisa mendownload aplikasi KAI Access guna melihat kode booking tersebut asli atau tidak,” papar Suprapto.

PT KAI Daop 1 Jakarta mulai Juni 2016 telah memberlakukan sistem check-in dan boarding pass di stasiun-stasiun yang berada di wilayahnya.

Lihat juga...