Ngabuburit Seru, Naik Perahu Dayung Nikmati Hutan Mangrove

SABTU, 17 JUNI 2017

SEMARANG — Aktivitas ngabuburit merupakan kebiasaan bagi sebagian umat muslim di Indonesia di bulan Ramadan yang biasanya dilakukan dengan ‘berburu’ makanan berbuka. Pengelola Taman Wisata Grand Maerokoco Semarang membuat konsep ngabuburit yang berbeda, dengan menawarkan ngabuburit seru menikmati hutan mangrove menggunakan perahu dayung. 

Tracking mangrove

 Awal tahun ini Grand Maerokoco me-launching wahana barunya, yaitu tracking mangrove yang menyedot banyak sekali perhatian wisatawan. Sebulan sesudahnya, pengelola menambahkan fasilitas perahu dayung supaya pengunjung bisa mengelilingi area hutan mangrove menggunakan perahu. Tambahan demi tambahan membuat Grand Maerokoco semakun banyak yang mengunjungi.

Arnes Damar, salah satu pengelola wahana perahu dayung di Grand Maerokoco, menjelaskan bahwa dengan adanya fasilitas perahu dayung banyak orang yang tetap mengunjungi Grand Maerokoco meski di bulan Ramadan. Rupanya mengelilingi hutan mangrove menggunakan perahu dayung memang lebih nyaman pada sore hari.

Berperahu sore hari  selain sudah tidak panas, angin hutan mangrove pada sore hari juga lebih sejuk. Karena itu dari pihak pengelola memanfaatkan momen ini dengan promosi sekencang-kencangnya di media sosial tentang fasilitas baru, ngabuburit menggunakan perahu dayung.

“Sebenarnya jumlah pengunjung wahana perahu ini lebih banyak sebelum bulan Ramadhan karena kalau di bulan Ramadan orang biasanya bertraveling hanya pada sore hari saja. Namun jika dibandingkan dengan bulan Ramadan tahun lalu, pengunjung Grand Maerokoco sangat sedikit. Dengan pembaruan banyak hal, terutama adanya perahu dayung ini meskipun  Ramadan tahun ini pengunjung tetap banyak,” ujar Arnes Sabtu, (17/6/2017).

Arnes Damar.

Salah satu faktor yang membuat pengunjung tertarik mengelilingi hutan mangrove menggunakan peruhu dayung adalah karena murahnya sewa perahu dayung. Sewa perahu dayung hanya Rp5.000 per orang.

Selain itu, kemudahan dalam menggunakan naik perahu di rawa hutan mangrove sangat mudah karena airnya tenang, tidak berombak. Satu perahu bisa dinaiki 2-4 orang tanpa perlu adanya guide, sehingga privasi dari pengunjung tetap  terjaga.

Menurut salah satu pengunjung, Restu Indah, dirinya sangat menikmati ngabuburit dengan berkeliling hutan mangrove menggunakan perahu dayung. Dia bersama keluarganya sangat menikmati suasana sore hari yang sejuk dan teduh di Grand Maerokoco. Selain itu, dia dan keluarganya juga bisa berfoto-foto dengan pemandangan yang bagus saat naik perahu dayung.

“Saya dan keluarga sangat menikmati mendayung perahunya, sembari bercanda. Bagi saya ini kemajuan yang sangat pesat bagi Grand maerokoco. Terobosan ini bisa membuat banyak pengunjung seperti saya ini ingin kembali mengunjungi Grand Maerokoco.” imbuh Indah.

Indah mengapresiasi langkah pengelola Grand Maerokoco yang membuat wahana perahu dayung untuk berkeliling hutan mangrove. Karena dengan wahana itu maka semakin banyak pengujung dan Grand Maerokoco menjadi ramai msekipun saat bulan Ramadan.

Indah hanya  berharap agar pengelola bisa merapikan bangunan-banguna yang ada. Seperti dermaga perahu dayung yang masih tanah liat dan bebatuan agar bisa segera dirapikan.

Restu Indah.

 Jurnalis: Khusnul Imanuddin/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Khusnul Imanuddin
Source: CendanaNews

Lihat juga...