SABTU, 17 JUNI 2017
MANADO — Kabupaten Minahasa dijadikan sebagai kawasan pengembangan klaster bawang merah di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) karena melihat potensi lahan luas.
![]() |
| Ilustrasi tanaman bawang merah. |
“Untuk mewujudkan pengembangan klaster bawang merah ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan (MOU) antara Pihak Bank Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Minahasa dan mitra binaan kelompok tani,” kata Kepala BI Perwakilan Sulut Soekowardojo di Manado, Sabtu (17/06/2017).
Dia mengatakan, program pengembangan kluster bawang merah ini adalah salah satu upaya untuk menekan inflasi. “Pembinaan kelompok tani sudah dilakukan BI dari tahun tahun sebelumnya. Kali ini kita fokus pada klaster bawang merah sebab potensi kabupaten Minahasa sangat besar untuk komoditi pangan ini,” kata Soekowardojo.
Menurut dia, sejauh ini tekanan inflasi di Sulut yang diwakili oleh Manado disumbang oleh volatile food salah satunya bawang merah di bawah cabai dan tomat.
“Nah nantinya dalam pengembangan kluster bawang merah ini kami sangat berharap bisa meningkatkan produktivitas petani,” katanya.
Dia mengatakan (BI) akan memfasilitasi bantuan penyediaan bibit, pupuk hingga pengembangan komunitas kelompok pertanian.
Bupati Minahasa Jantje Wowiling Sajow mengatakan pihaknya mengapresiasi langkah BI yang sangat memberikan perhatian bagi Kabupaten Minahasa, khususnya petani.
Dia ikut berharap lewat bantuan stimulan ini bisa merubah pola pikir masyarakat yang pada umumnya saat ini lebih gemar membeli dari pada menanam atau memproduksi hasil pertanian.
Ant/Irvan Sjafari/Foto: Dokumentasi CDN
Source: CendanaNews
