Lebaran Belum Tiba, Anita Raup Jutaan Rupiah Berkat Produksi Kue Kering

RABU, 14 JUNI 2017

LAMPUNG — Soal rupa boleh diadu namun soal rasa lidah yang tahu! demikian resep Anita (50) warga Dusun Muara Piluk Desa Bakauheni yang sudah lima tahun terakhir menekuni bisnis pembuatan kue kering. Bisnis musiman tersebut kerap mendapat order atau pesanan melimpah saat menjelang hari raya, menjelang musim hajatan serta momen momen tertentu. 

Proses pembuatan kue kering

Anita, istri nelayan tersebut mengakui pekerjaan tersebut merupakan bekal yang dimilikinya setelah sebelumnya bekerja di Jakarta pada sebuah perusahaan rumahan pembuatan kue kering. Pulang ke kampung halaman bermodalkan uang Rp1 juta ia mencoba membuat 50 toples berupa nastar yang dijual ke ibu ibu arisan yang ternyata menyukai kue buatannya.

Meski tidak memiliki lokasi khusus untuk membuat kue namun ia menyebut bermodalkan dapur sederhana dengan alat alat oven dibantu sebanyak 3-4 pembuat kue yang merupakan kaum ibu yang membantunya ia mulai menerima pesanan sejak awal bulan ramadan.

“Rata rata pemesan merupakan konsumen ibu rumah tangga untuk dijadikan oleh oleh, digunakan untuk menu hari raya dan sebagian akan dijual kembali secara online ke beberapa kawan terutama kaum wanita lingkungan pekerja kantoran,” terang Anita saat ditemui Cendana News tengah membantu menyelesaikan proses pembuatan kue kering jenis nastar, Kamis (14/6/2017).

Selama Ramadan, ia menghabiskan sekitar 100 kilogram tepung terigu, bahkan saat pesanan banyak bisa menghabiskan sekitar 200 kilogram, buah nanas 150 butir, susu bubuk 10 kilogram, telur sebanyak 30 kilogram, keju 4 kilogram serta bahan bahan lain seperti gula dan mentega.

Kue dibuat dengan cara manual dikerjakan oleh 3-4 perempuan yang bekerja secara borongan dengan upah sekitar Rp300.000 per orang sekali pembuatan yang dikerjakan selama beberapa hari. Sebagian pemesan diakuinya memesan sebanyak 12 toples berisi nastar daun, nastar keju, nastar cokelat, nastar kacang serta nastar lain sesuai selera pelanggan.

Satu kardus berisi sebanyak 12 toples dengan nilai sebesar Rp480.000. Penjualan dilakukan secara konvensional hingga online dengan memanfaatkan media sosial. Seperti tahun sebelumnya ia mengaku hampir selalu membuat nastar sebanyak lebih dari 32 kardus dengan omzet mencapai sekitar Rp15juta.

“Lima belas juta tersebut saya hitung kotor belum dikurangi dengan bahan bahan serta biaya operasional hasil yang lumayan sekaligus memberdayakan ibu ibu di kampung ini,”terangnya.

Selain mempertahankan resep pembuatan kue tanpa pengawet, tanpa pewarna dengan target kue tersebut bisa dinikmati saat lebaran membuat pelanggannya tidak pernah berhenti memesan kue kering jenis nastar dari Anita.

Pada hari biasa Anita mengaku masih tetap membuat kue kering meski dengan jumlah yang lebih sedikit dan tidak sebanyak saat menjelang hari raya Idul Fitri. Pemesanan juga diakuinya cukup banyak menjelang hari raya Natal bagi umat Kristiani dimana sebagian ibu tidak sempat membuat kue nastar dan mempercayakan pembuatan kue kering tersebut kepadanya.

Berperan sebagai seorang wiraswastawan bermodalkan minim tanpa adanya bantuan dari pihak lain ia mengaku telah ikut berhasil mempekerjakan beberapa ibu yang ada di sekitar rumahnya. Umi Kulsum, salah satu ibu yang membantu membuat kue kering yang ditekuni Anita menyebut dengan banyaknya orderan sekaligus menjadi sebuah mata pencaharian bagi ibu di sekitarnya.

Proses pembuatan kue kering nastar yang ditekuni Anita

Ia menyebut selain sebagian ibu tidak memiliki pekerjaan tetap dan mengandalkan suaminya bekerja sebagai tukang ojek atau kerja serabutan membantu membuat kue merupakan sebuah pekerjaan yang cukup menjanjikan. Umi Kulsum bahkan kerap mendapat upah sekitar ratusan ribu rupiah belum termasuk mendapatkan beberapa toples dan tunjangan hari raya (THR) dari Anita.

“Daripada nganggur lumayan bisa bantu suami dan mendapat uang tambahan untuk membelikan baju lebaran buat anak anak lagipula membuat kue meski membosankan lebih bernilai daripada diam di rumah,” ungkap Umi Kulsum. [Henk Widi / ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi]
Source: CendanaNews

Lihat juga...