RABU, 14 JUNI 2017
JAKARTA — Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigadir Jenderal Rikwanto, menegaskan, kawanan perampok bersenjata api yang beraksi dua pekan ini di wilayah DKI Jakarta, berasal dari daerah perbatasan Lampung dan Sumatera Selatan.
![]() |
| Brigadir Jenderal Rikwanto (kanan). |
Menurut Rikwanto, kelompok tersebut merupakan spesialis pelaku kejahatan terhadap nasabah bank, pencurian kendaraan bermotor, perampokan toko emas, narkoba, dan lain sebagainya.
“Jadi gini ya, saya tidak sebutkan sukunya, tapi memang spesialis dari wilayah Sumatera Selatan,” kata Rikwanto di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (14/6/2017).
Kelompok ini, lanjut Rikwanto, merupakan embrio baru dari generasi perampok sebelumnya yang ada di wilayah tersebut. Geng baru yang mulai menerapkan aksi kejahatannya di beberapa wilayah ibu kota.
Rikwanto menjelaskan, perampokan yang menewaskan Davidson Tantono (31) di SPBU Daan Mogot, wilayah Cengkareng, Jakarta Barat dan juga Italia Chandra Kirana (22) di Tangerang itu, tak lepas dari pengejaran polisi setempat. Sudah diincar kepolisian.
“Sebab mereka generasi berikutnya, yang memang di sana sedang ditekan oleh Polda setempat. Bisa jadi mereka melewati perbatasan dan masuk ke daerah Jawa, termasuk Jakarta,” imbuhnya.
Untuk itu, senjata api (senpi) yang digunakan oknum pelaku merupakan senjata rakitan. Hal itu diketahui setelah polisi melakukan otopsi kepada jenazah Davidson dan Italia di Rumah Sakit Polri Kramatjati beberapa waktu lalu. Dari hasil otopsi, korban kena jaringan lunak. Kalau senjata pabrikan pasti tembus badan dari jarak tembak dekat.
Di sisi lain, Rikwanto menyebut, aksi perampokan di Jakarta tidak mengalami peningkatan dibandingkan dengan beberapa tahun lalu. Hanya saja, korban tewas karena senjata api memperlihatkan kualitas kejahatan yang mengkhawatirkan.
Hingga kini, Mabes Polri dan jajarannya sedang berburu dan melacak tempat persembunyian kelompok penjahat di semua wilayah Jakarta dan sekitarnya. (Adista Pattisahusiwa/ Satmoko/Foto: Adista Pattisahusiwa)
Source: CendanaNews
