Jasa Raharja Serahkan Santunan Kecelakaan Probolinggo

SURABAYA — PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Jawa Timur menyerahkan santunan bagi seluruh korban meninggal dunia akibat kecelakaan yang melibatkan mobil Toyota Avanza dengan bus pariwisata di daerah Kabupaten Probolinggo, Sabtu, pukul 02.30 WIB.

“Siang tadi santunan seluruh korban sudah cair seluruhnya dan diterima oleh ahli warisnya,” ujar Kepala Cabang PT Jasa Raharja Jatim Mochammad Evert Yulianto ketika dikonfirmasi di Surabaya, Sabtu.

Ia menjelaskan, dari kejadian tersebut enam orang meninggal dunia dan seorang lainnya sampai saat ini harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit.

Terhadap para korban, pihaknya telah membantu mengurus semua persyaratan pengajuan santunan yang didukung penuh oleh kepolisian setempat sehingga dalam hitungan jam dari waktu kejadian sudah bisa dicairkan.

“Pembayarannya sudah dilakukan melalui transfer rekening ke ahli waris masing-masing,” ucapnya.

Sesuai aturan berlaku, lanjut dia, seluruh korban meninggal dunia mendapat santunan yang diterimakan ahli waris korban sebesar Rp50 juta, sedangkan bagi korban luka-luka diberikan pengganti biaya perawatan dan pengobatan Rp20 juta.

“Tiga korban asal Probolinggo sudah kami serahkan santunannya, kemudian tiga korban lainnya ditangani PT Jasa Raharja Cabang Jawa Tengah karena mereka adalah warga Jawa Tengah. Sedangkan, seorang korban yang dirawat sudah kami koordinasikan dengan rumah sakit,” katanya.

Kronologi Kecelakaan

Enam orang meninggal dunia dalam kecelakaan yang melibatkan mobil Toyota Avanza bernomor polisi N 590 NO dengan sebuah bus pariwisata di daerah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu pukul 02.30 WIB.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera di Surabaya, Sabtu mengatakan keenam korban jiwa itu adalah penumpang mobil Avanza. Sedangkan satu orang penumpang lainnya yakni Zulkifli (19) saat ini dalam kondisi kritis.

Keenam korban meninggal dunia adalah Jainul Anwar (29) seorang sopir. Intan Nuraini (11), Saparitrisno (72) dan Adeli (3) yang berasal dari Desa Bago, Kecamatan Besok, Kabupaten Probolinggo. Sedangkan dua orang lainnya adalah Amelia (6) dan Eli (28) yang berasal dari Klaten Jawa Tengah.

Barung menjelaskan, kronologi kejadian bermula dari mobil Toyota Avanza bernomor polisi N 590 NO yang dikemudikan Jainul berjalan dari arah barat ke arah timur dengan kecepatan tinggi.

“Sampai di tempat kejadian perkara (TKP), sopir diduga ngantuk sehingga laju kendaraan tersebut oleng ke kanan ke luar jalurnya dan menabrak bus bernomor polisi AA 1428 TD yang berjalan dari arah timur ke barat ,” tutur Barung.

Barung mengemukakan, kecelakaan yang merenggut enam orang ini murni karena “human eror” yang disebabkan oleh kelalaian sang pengendara. Sementara atas kejadian ini kerugian materil diperkirakan Rp20 juta.

“Pihak kepolisian sudah melakukan olah TKP. Tadi Pagi juga Kapolres Kabupaten Probolinggo bersama pihak Jasa Raharja sudah memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia,” ucapnya.

Peristiwa kecelakaan tersebut melibatkan mobil Toyota Avanza bernomor polisi N-590-NO dengan sebuah bus pariwisata bernomor polisi AA-1428-TD yang seluruh korbannya adalah penumpang mobil pribadi.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan keenam korban meninggal dunia adalah Jainul Anwar (29) sopir, Intan Nuraini (11), Saparitrisno (72) dan Adeli (3), Amelia (6) dan Eli (28).

Seorang lainnya yang hingga kini dirawat di rumah sakit atas nama Zulkifli (19), juga seorang penumpang Avanza.

Barung menjelaskan, kronologi kejadian bermula dari mobil Toyota Avanza yang dikemudikan Jainul berjalan dari arah barat ke arah timur dengan kecepatan tinggi.

“Sopir diduga mengantuk sehingga laju kendaraan tersebut oleng ke kanan keluar jalurnya dan menabrak bus yang berjalan dari arah timur ke barat,” katanya (Ant)

Lihat juga...