Di Papua, Umat Kristen Lancarkan Salat Idul Fitri
JAYAPURA — Inilah bentuk toloransi beragama yang dapat dilihat sebelum dan sesudah Salat Id (Idul Fitri) 1438 Hijiriyah – 2017 Masehi di Kota Jayapura, Papua. Pemuda-pemudi beragama Kristen meluangkan waktu mengatur parkiran dan lalu lintas guna melancarkan ibadah Salat bagi umat muslim, Minggu (25/6/2017).
Dari pantauan Cendana News, sejumlah pemuda nasrani ini turun kejalan diruas jalan pros Entrop-Abepura. Tepatnya di depan Masjid Al Askar, Bumi Cenderawasih (Bucend) II, Jayapura, Selatan.
Mereka bantu aparat kepolisin dan personil Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kota Jayapura mengontrol arus lalu lintas serta mengatur parkiran bagi umat muslim yang hendak laksanakan sholat Id.
Uluran bantuan jasa dari pemuda Kristen ini mendapat simpatik dari umat muslim yang tengah berbondong-bondong menuju masjid tersebut. Beberapa titik utama di Kota Jayapura, juga terlihat pemuda pemudi nasrani melakukan hal yang sama.
“Ini sebagai bentuk panggilan mereka untuk membantu saudara-saudar kami yang beragama Islam. Mereka saudara kami, karena kami anggap kota ini sebagai rumah yang didalamya terdiri berbagai macam ras, suku, dan agama,” kata Roni seorang warga beragama Kristen di seputaran Entrop kepada media ini.

Ditempat terpisah, salah satu Andini salah satu jamaah Masjid Al Askar mengaku bangga dan senang atas apa yang telah diperlihatkan oleh saudara umat Kristen. Menurutnya, tiap tahun ini selalu terlihat, apalagi dihari-hari besar keagamaan.
“Tiap hari pasti terlihat, kalau hari raya besar agam lebih banyak dilihat. Entah itu lebaran, natalan, atau hari raya Hindu dan Bhuda,” kata Dini sapaan akrabnya.
Sebelumnya, Toleransi di Papua dari pengawasan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua, Jannus Pangaribuan, SH, MM mengaku toleransi di Papua sangat baik dan harmonis.
Dikatakan Jannus dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama RI tahun 2017, Provinsi Papua masuk dalam kategori toleransi umat beragama yang cukup tinggi dan diberi sebuah plakat dari Menteri Agama Drs. H. Lukman hakim Saifuddin kepada Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe yang diwakilinya.
“Evaluasi itu tahun 2016, tingkat provinsi Papua masuk. Kategori kabupaten kota, Kabupaten Jayapura masuk juga. Penghargaan itu atas pembinaan kepala-kepala daerah dan semua jajarannya dalam rangka merawat kerukunan beragama. Jadi ada provinsi lain juga ya yang dapat penghargaan tingkat toleransi umat Bergama yang baik,” kata Jannus Pangaribuan, Sabtu (17/6/2017)
Kondisi kerukunan umat beragama di Papua, dikatakan Jannus sangat indah, harus terus dirawat dan makin ditingkatkan. Dirinya yang besar di Papua selama 35 tahun ini menilai kerukunan di tanah yang penuh ragam ini penuh kedamaian dan kerukunan, namun pastinya ada riak-riak yang terjadi dalam kacamata masyarakat awam tak ada kerukunan, tetapi sesungguhnya tak seperti itu.
“Inilah dinamika, kalau di Papua karena kondisi keberagaman, saya pikir kebanggaan kita. Seketika ada masalah, ada saja yang mengarahkan ke etnis. Tapi sesungguhnya jauh lebih banyak kejatahan ditempat lain ketimbang di Papua,” tuturnya.