PLTMG 40 MW di Maumere, Strategi Bisnis PLN

MAUMERE – Pembangunan pembangkit baru seperti PLTMG di Maumere merupakan bagian dari strategi bisnis PLN untuk penguatan keandalan sistem di Maumere yang juga bisa mencukupi kebutuhan listrik di kabupaten tetangga, seperti Flores Timur.

Kepala Divisi kontruksi PT PLN (Persero) Sulawesi dan Nusa Tenggara, Hakim Nawawi, mengatakan, penguatan dilakukan dengan membangun pembangkit, transmisi dan gardu induk sesuai Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN NTT tahun 2016 sampai 2025 mendatang.

“Puji Syukur hari ini kita melakukan peletakan Batu pertama di Maumere, Ini mendukung program 35 ribu mega watt dimana salah satunya pembangunan PLTMG Maumere 40 mega watt dimana membutuhkan penyelesaian selama 15 bulan kedepan,” sebutnya, Rabu (21/6/2017).

Menurut Hakim, pembangunan pembangkit baru, transmisi hingga distribusi, membutuhkan dukungan pemerintah dan bertujuan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi melalui optimalisasi listrik pedesaan, di mana 1.200 desa sudah harus teraliri listrik hingga akhir 2018.

Saat ini, sistem Maumere memiliki Daya Mampu (DM) total sebesar 14.250 kilowatt (KW), baik dari pembangkit milik PLN maupun sewa, sehingga dengan demikian, pemakaian pada siang hari sebesar 7.550 KW dan malam hari sebesar 12.100 KW.

Arif Rohmatin, GM PLN Area Flores Bagian Timur yang ditemui Cendana News usai acara peletakan batu pertama pembangunan PLTMG, mengatakan, untuk area Flores Bagian Timur yang meliputi Kabupaten Sikka, Flores Timur dan Lembata, terdapat 120 desa yang belum berlistrik.

Menurut Arif, desa-desa tersebut yang berada di Flores daratan akan dilistriki semua paling lama akhir 2017, sementara untuk yang berada di pulau-pulau di kabupaten Sikka seperti Pemana, Palue, Semparong, Besar, Parumaan dan Dambila serta Pulau Adonara dan Solor di Flotim akan dilistriki semua pada 2018.

Perumahan di Pulau Parumaan Desa Parumaan Kabupaten Sikka yang belum berlistrik. Foto: Ebed de Rosary

“Kami saat ini sedang melakukan pendropingan material dan diharapkan segera dilakukan pemasangan kabel, sehingga kami meminta agar masyarakat bisa merelakan tanahnya dipakai untuk menanam tiang listrik dan dilewati jaringan kabel listrik,” kata Arif.

Dalam acara ini juga, PLN menyerahkan dana CSR kepada masyarakat Desa Hoder dengan total 120 juta rupiah yang disalurkan untuk pengembangan sanggar seni, sanggar orang muda Katolik, perbaikan perpustakaan, perbaikan gereja dan pengembangan PKK.

Lihat juga...