LAMPUNG — Arus balik penumpang pejalan kaki pada Kamis (29/6/2017), pagi, mulai terlihat ramai lancar dengan banyaknya antrian pembeli tiket di loket penjualan tiket penumpang pejalan kaki yang akan menyeberang ke Pulau Jawa, dengan pembelian sistem tiket elektronik, dan sebagian dengan pembelian tiket sistem online dan melalui bufferzone di terminal Rajabasa.

Salah satu petugas penjualan tiket di loket tiket pejalan kaki, Vina, mengatakan, berdasarkan data selama arus balik sejak 27 Juni (H+1) tercatat ada 70 penumpang lebih yang telah membeli tiket elektronik melalui situs http://tiket.indonesiaferry.co.id dengan nilai transaksi keseluruhan sekitar Rp1 juta. Calon penumpang pejalan kaki yang sudah membeli tiket online dan di bufferzone diberi jalur khusus dengan kemudahan tidak perlu mengantri hanya melakukan pemindaian bar code dan ditukar dengan tiket elektronik anak-anak maupun dewasa di loket pembelian tiket PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry cabang Bakauheni.
Vina memastikan, arus pemudik pejalan kaki dengan menggunakan tiket online diprediksi akan semakin meningkat saat mendekati akhir pekan dengan prediksi lonjakan arus pemudik kembali ke Pulau Jawa meningkat pada akhir pekan pada H+5 (1/7). Sementara itu antrian pembeli tiket penumpang pejalan kaki secara manual dengan menunjukkan KTP dan identitas diri lain dengan sistem scan dilayani oleh sebanyak 12 loket.
Semakin meningkatnya arus penumpang pejalan kaki dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa diantisipasi oleh PT ASDP Indonesia Ferry dengan menyediakan Dermaga VI Pelabuhan Bakauheni untuk mengangkut penumpang pejalan kaki pada arus balik tahun ini. Meski belum ada fasilitas gangway di Dermaga VI seperti halnya Dermaga I, II dan III, namun pihak PT ASDP cabang Bakauheni menyiagakan 4 unit bus Trans Lampung untuk mengangkut penumpang khusus pejalan kaki yang akan naik ke Dermaga VI Bakauheni dan berpasangan dengan Dermaga VI Merak.
“Saat kondisi semua gangway penuh akan dilakukan penguraian penumpang pejalan kaki dan disediakan fasilitas empat unit kendaraan bus mengangkut penumpang pejalan kaki setelah membeli tiket ke Dermaga VI Pelabuhan Bakauheni,” terang Asisten Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Waluyo, mendampingi Edy Hermawan selaku General Manager PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (29/6/2017).
Menurut Waluyo, Bus yang disiagakan oleh PT ASDP cabang Bakauheni di depan kantor PT ASDP Bakauheni tersebut, akan menunggu penumpang yang naik ke kapal-kapal yang sandar di Dermaga VI Pelabuhan Bakauheni, berkoordinasi dengan perusahaan pelayaran yang beroperasi di Dermaga VI. Bus Trans Lampung tersebut akan disiagakan selama arus balik untuk mengantisipasi penumpukan penumpang di gangway dan loby pembelian tiket.
Berdasarkan data posko harian hingga H+2 (berdasarkan hitungan ASDP Bakauheni), penumpang yang naik dari Pelabuhan Bakauheni menuju Merak tahun ini terlihat mengalami penurunan berdasarkan data tahun 2016. Berdasarkan data total penumpang pada 2016 mencapai sebanyak 604.856 sementara pada 2017 hanya 569.474 atau ada selisih 35.382 penumpang lebih sedikit dibandingkan tahun lalu.
Hingga pukul 08.00 WIB atau data dua belas jam jumlah penumpang yang diseberangkan ke Merak dari Pelabuhan Bakauheni mencapai 198.188 orang, sementara jumlah penumpang yang diseberangkan dari Merak menuju Bakauheni berjumlah 943.371 atau 745.183 orang belum kembali ke Pulau Jawa. Kendaraan roda dua yang turun dari Merak tercatat selama arus mudik berjumlah 81.402 unit, sementara jumlah yang sudah kembali ke Merak 17.094 unit atau 64.308 unit kendaraan belum kembali ke Pulau Jawa. Kendaraan roda empat turun dari Merak ke Bakauheni berjumlah 115.848 unit dan yang naik dari Bakauheni berjumlah sekitar 23.671 unit dan belum kembali ke Pulau Jawa sebanyak 92.177 unit.
Pelayanan arus balik lebaran PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni mengoperasikan 36 kapal dengan jumlah trip rata-rata mencapai 114 hingga 136 trip per hari. Selain itu, dermaga khusus yang direncanakan akan dipergunakan untuk kendaraan roda dua saat terjadi lonjakan arus balik juga telah disiapkan, di antaranya Dermaga VII, I dan II.