ASDP Bakauheni Sediakan Angkutan Lanjutan Khusus Ibu Hamil, Lansia dan Difabel

LAMPUNG — Hari keempat sebelum lebaran (H-4) Idul Fitri, PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry cabang Bakauheni Lampung mulai menerjunkan angkutan lanjutan khusus dari terminal kedatangan Pelabuhan Bakauheni menuju terminal Rajabasa Lampung.

Edi Hermawan,manager operasional PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni menyebutkan, angkutan lanjutan khusus berupa sebanyak 10 unit bus DAMRI disiagakan pada Rabu malam (21/6) mulai pukul 20.00 WIB mengantisipasi lonjakan arus pemudik yang datang dari Pelabuhan Merak Banten.

Armada bus tersebut diakui Edi Hermawan akan disiagakan empat hari sebelum hari raya lebaran hingga sehari sebelum lebaran untuk memudahkan mengangkut penumpang lanjut usia (lansia), ibu hamil, anak anak balita, serta kaum difabel.

“Pada angkutan mudik tahun lalu kita sediakan tiga bus, tapi tahun ini disiagakan sebanyak sepuluh armada bus untuk mengantisipasi lonjakan arus penumpang meski armada bus reguler juga telah disediakan dan ini bentuk pelayanan bagi pemudik agar lebih nyaman saat mudik terutama pada malam hari,” terang Edi Hermawan kepada Cendana News di Bakauheni, Rabu (21/6/2017).

Sebagai cara untuk memprioritaskan para pemudik penumpang pejalan kaki yang berasal dari Pulau Jawa menuju sejumlah kota di Lampung dilakukan proses pemeriksaan (check) di dermaga satu, dua dan tiga melalui fasilitas gangway dengan melibatkan petugas sentra komunikasi (Senkom) mitra Polres Lampung Selatan, sebanyak 30 anggota Pramuka Penggalang dari kwartir ranting Bakauheni dan dari tim gabungan ASDP serta berbagai pihak yang menjadi relawan mengarahkan penumpang ke bus khusus.

Para petugas di antaranya Pramuka dan relawan akan memilah milah pemudik yang membawa anak kecil, kaum lansia bersama keluarganya dan diarahkan ke tempat parkir bus khusus dengan terlebih dahulu didata sesuai asal dan tujuan.

Amri, salah satu anggota Pramuka dari SMK Bakauheni menyebut sebanyak 30 temannya disiagakan saat malam hari hingga pagi hari mengikuti jadwal Pramuka yang menjadi relawan selama arus mudik dan balik lebaran. Ia menyebut selama dua kali arus lebaran siswa kelas XI tersebut menjadi relawan.

“Kalau anggota pramuka wanita disiagakan pada siang hari sementara laki laki disiagakan pada malam hari di sejumlah titik sebagai relawan selama arus mudik dan arus balik,” terang Amri.

Salah satu pemudik, Herlina (45) yang mengaku berangkat dari Karawang Jawa Barat akan pulang ke wilayah Kali Balok Bandarlampung dan tiba di Pelabuhan Bakauheni pukul 20.00 WIB dan langsung diarahkan menggunakan kendaraan khusus. Ia mengaku berterima kasih kepada ASDP yang telah menyediakan armada khusus sehingga dirinya tidak harus berdesakan dengan pemudik umum.

“Saya berterima kasih kepada pihak ASDP yang membantu kami pemudik dengan membawa anak anak dan lansia sehingga kami merasa nyaman,” ungkapnya.

Para pemudik pembawa anak anak dan lansia mendaftar di posko angkutan khusus

Ia menyebut dengan tarif Rp30.00 pelayanan yang diberikan oleh kendaraan DAMRI cukup memuaskan dengan adanya kendaraan khusus tanpa berdesakan dengan penumpang lain. Sebagai pemudik yang membawa serta sembilan orang keluarga dengan anak dan cucu ia mengaku baru pertama kali menggunakan fasilitas kendaraan terusan khusus tersebut.

Lihat juga...