LPJK Papua Salurkan Sembako Buat Umat Muslim di Wamena
JAYAPURA – Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) memberikan bantuan sembako guna meringankan pengeluaran bagi umat muslim asal Wamena, Kabupaten Jayawijaya yang berdomisili di Angkasa, Kota Jayapura, Papua.
Ketua LPJK Papua, Max Richard F Krey disela-sela pemberian bantuan itu mengatakan, kedatangan mereka guna meringankan saudara-saudara umat Islam menjelang hari raya Idul Fitri, khususnya kepada Komunitas Muslim Papua asal Wamena di Kota Jayapura.
“Ini bentuk kepedulian kami, para pengusaha jasa konstruksi untuk membantu sesama di bulan Ramadhan ini,” kata Max Richard F. Krey, Rabu (21/6/2017) saat berbuka puasa bersama dengan komunitas tersebut di Musolah firdaus Asso, Angkasa.
Menurutnya, dalam momen tersebut pihaknya juga memperkenalkan bagaimana cara kerja dan apa itu sebenarnya pengembangan jasa konstruksi. Disamping itu, bantuan yang diberikan berupa sembako seperti minyakk goreng, gula, susu, telur dan lainnya kepada komunitas muslim.
“Kegiatan ini, juga sekaligus sosialisasi organisasi LPJK Papua kepada seluruh lapisan masyarakat di Papua, terkhusus di Kota Jayapura ini. Juga memperkuat ikatan tali persaudaraan dari kami kepada masyarakat sekitar musolah,” tutur Max.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada umat yang peduli,” kata Hadiman Asso.
Menurutnya, masyarakat umum tak tahu apa itu LPJK, dengan adanya ini mereka dapat tahu pasti soal itu.
“Kedatangan mereka ini, kami tahu kalau di Kota Jayapura itu ada LPJK dan ini sekaligus perkenalan mereka kepada kami, agar kami lebih kenal. Alhamdulillah kami bersyukur atas bantuan yang telah diberikan,” kata Hadiman Asso.
Kerukunan dilingkungan ini sangat kuat, lanjutnya saudara-saudara Kristen juga ikut terlibat dalam beberpa buka puasa bersama di masjid tersebut. Ditambahkannya, semua warga di Rukun Tetangga (RT) 03 Rukun Warga (RW) 01 yang mayoritas umat Kristen, minoritas umat Islam kedua penganut ini sangat sangat rukun sejak 33 tahun terakhir.
“Kalau saya sendiri telah merantau dari Wamena, Kabupaten Jayawijaya ke Kota Jayapura tahun 1985. Tapi umat Islam asal Wamena sudah ada disini tahun 1981 yang diketuai oleh Almarhum Firdaus asso yang kini diberinama Musolah, beliau pemuda pertama pemeluk Islam asal Wamena saat itu,” ujarnya.