Arus Balik Lebaran, POLDA Lampung Siapkan Tiga SOP

LAMPUNG — Hari kedua Idul Fitri 1438 Hijriyah, arus pemudik pengguna kendaraan pribadi dan roda dua dengan moda transportasi kapal roll on roll off (Roro), masih terus mengalir dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatera dan sebaliknya. Pemudik yang telah merayakan Idul Fitri di hari pertama di sejumlah tempat di Pulau Sumatera, terlihat mulai menuju Pelabuhan Bakauheni untuk menyeberang ke Pulau Jawa.

Salah satu pemudik asal Tangerang, Banten, Sodik, menyebut telah mudik ke Lampung sejak empat hari sebelum lebaran (H-4), sehingga memiliki waktu cukup lama berkumpul bersama keluarga, dan memutuskan kembali ke Pulau Jawa pada hari kedua lebaran dengan alasan arus kendaraan di Jalan Lintas Sumatera masih lengang.

Menurut Sodik, keputusan menyeberang ke Pulau Jawa pada H-2 itu akibat pengalaman tahun sebelumnya terjebak macet di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni sebelum membeli tiket kendaraan di toll gate, karena pemudik pulang secara bersamaan. Selain macet dan mengantri hingga tiga jam sebelum naik ke kapal, dimulai dari pintu keluar Pelabuhan Bakauheni hingga ke area parkir Pelabuhan Bakauheni, perjalanan kapal juga memakan waktu tiga jam, sehingga ia membutuhkan waktu enam jam untuk sampai di Merak, Banten.

“Pengalaman mudik tahun sebelumnya lama di jalan, jadi tahun ini saya siasati dengan mudik lebih awal dan balik lebih awal yang terbukti efektif tidak begitu macet, bahkan cenderung lengang di Jalan Lintas Sumatera,” terang Sodik, yang hendak mudik ke Kecamatan Candipuro di Kabupaten Lampung Selatan, saat ditemui Cendana News tengah beristirahat di rest area Rumah Makan Simpang Raya Penengahan, Senin (26/6/2017), pagi.

Mudik pada 2017 ini, diakui Sodik juga cukup istimewa, karena ia sudah bisa merasakan akses pintu keluar dari Pelabuhan Bakauheni menuju ke Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), meski belum sepenuhnya dioperasikan akibat beberapa titik belum selesai dikerjakan dan minim rambu-rambu jalan. Kondisi jalan yang cukup mulus dan nyaris tanpa disertai kemacetan menjadi pengalaman mudik yang lebih nyaman pada tahun ini, hingga ia balik ke Pulau Jawa.

Pelayanan arus mudik dan balik di Pelabuhan Bakauheni dan sejumlah jalur mudik menjadi perhatian Kepolisian Daerah Lampung, dengan fokus di jalur lintas tengah (Jalinteng) sepanjang 321,521 kilometer, mulai dari Pelabuhan Bakauheni di Kabupaten Lampung Selatan hingga perbatasan Provinsi Sumatera Selatan.

Sebagian JTTS yang digunakan sebagai pintu keluar dari Pelabuhan Bakauheni. Foto: Henk

Kapolda Lampung, Inspektur Jenderal Sudjarno, saat diwawancarai media di posko terpadu arus mudik di Bakauheni pada Kamis (22/6/2017) menyebut, telah menyiagakan 13 pos pelayanan dan pos pengamanan selama arus mudik dan balik dalam operasi Ramadniya Krakatau 2017 di wilayah hukum Polres Lampung Selatan, hingga Polres Way Kanan perbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan.

Khusus di jalur lintas Barat (Jalinbar) sepanjang 305,431 kilometer, penghubung Provinsi Lampung hingga Bengkulu, POLDA Lampung menyiagakan 9 pos pelayanan, dimulai dari wilayah Polres Pesawaran hingga Polres Lampung Barat, sebagai perbatasan dengan Provinsi Bengkulu. Setiap pos yang disiapkan terus disiagakan selama arus mudik hingga arus balik lebaran, khususnya prediksi arus balik lebaran akan mencapai puncaknya pada Sabtu hingga Senin (1-2/7/2017), bersamaan dengan selesainya cuti bersama dan libur Idul Fitri.

Sementara, Jalan Lintas Pantai Timur sepanjang 287,155 kilometer, POLDA Lampung menyiagakan 7 pos pelayanan dari wilayah Polres Lampung Tengah hingga Polres Mesuji, perbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan.

“Antisipasi dilakukan menghadapi lonjakan arus balik, khususnya di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni dengan adanya penyempitan di jalur masuk akibat pembangunan fly ove JTTS,” terang Irjen. Pol. Sudjarno.

Sebagai langkah antisipasi kemacetan di pintu masuk, POLDA Lampung juga telah membagikan brosur kepada pemudik saat arus mudik, sehingga bisa memprediksi keberangkatan saat arus balik, termasuk petunjuk ke arah Pelabuhan Bakauheni dengan skenario rekayasa lalu lintas yang disiapkan oleh POLDA Lampung, berkoordinasi dengan Dilantas, KSKP Bakauheni.

Kapolda menerangkan, pihaknya juga telah membuat standar operasional prosedur (SOP) lalu lintas kendaraan berbagai jenis memasuki Pelabuhan Bakauheni yang telah dikoordinasikan dengan pihak PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry cabang Bakauheni, dan kontraktor pembangunan JTTS yang dikerjakan oleh PT Pembangunan Perumahan (PP).

Tiga SOP pengaturan lalu lintas oleh POLDA Lampung yang telah ditetapkan, di antaranya dibagi dalam kode warna seperti situasi hijau dengan  arus balik arus kendaraan dalam kondisi normal dengan opsi kendaraan yang akan masuk ke pelabuhan menggunakan jalur arteri, sepeda motor menggunakan jalur alternatif di belakang KSKP Bakauheni menuju ke toll gate khusus roda dua.

Kode warna situasi kuning dengan kondisi antrian kendaraan terjadi hingga keluar areal pelabuhan dengan skenario kendaraan yang akan masuk ke pelabuhan menggunakan jalur arteri dan sebagian dialihkan ke jalan tol dari Way Apus ke Pelabuhan Bakauheni sepanjang 1,5 kilometer, sementara sepeda motor diarahkan ke jalur alternatif di belakang KSKP Bakauheni langsung ke toll gate khusus roda dua di Dermaga VII.

“Situasi merah diberlakukan saat antrian kendaraan terjadi hingga SPBU Bakauheni di pertigaan Jalinsum dan Jalintim yang membuat kemacetan cukup panjang,” terang Kapolda.

Pada situasi merah tersebut, pola lalu lintas sama persis dengan pola situasi kuning dengan pengecualian kendaraan truk yang menuju Pelabuhan Bakauheni seluruhnya dilarang beroperasi dan diarahkan ke kantong parkir dan diperbolehkan melanjutkan perjalanan setelah antrian terurai.

Sebanyak 16 lokasi kantong parkir di Jalan Lintas Tengah, Jalan Lintas Barat dan Lintas Pantai Timur bahkan telah disiagakan saat terjadi kemacetan, untuk mengantongi truk yang melintas dan berpotensi menyebabkan kemacetan.

Khusus di Jalan Lintas Tengah, beberapa rumah makan dan beberapa lokasi lapangan telah disiapkan sebagai kantong parkir memperlancar arus balik lebaran menuju Pelabuhan Bakauheni.

Lihat juga...