SABTU, 17 JUNI 2017
MALANG — Berawal dari keinginan untuk mengurangi terjadinya tindak kekerasan terhadap hewan, Wildan Mukti Arrozi, salah satu mahasiswa Vokasi Universitas Brawijaya mencoba menciptakan sebuah aplikasi bernama Symbiosis.
![]() |
| Wildan Mukti Arrozi, |
Melalui aplikasi tersebut Wildan ingin mengumpulkan sekaligus menghubungkan para pecinta hewan kedalam satu forum untuk bersama-sama mengurangi angka kekerasan terhadap hewan.
“Simbiosis adalah aplikasi mobile berjiwa sosial yang memiliki visi menjadi garda terdepan dalam pemberantasan tindak kekerasan terhadap hewan,” jelasnya kepada Cendana News, Jumat (17/6/2017).
Wildan menceritakan ide awal pembuatan aplikasi Symbiosis yaitu berangkat dari banyaknya permasalahan mengenai kekerasan hewan dan mulai memudarnya kepedulian masyarakat terhadap hewan. Hal tersebut bisa di lihat dari data kasus kekerasan hewan yang ditangani oleh Wildlife Conservation Society (WCS) selama 2016 yakni sebanyak 72 kasus seperti perburuan liar, maupun pertunjukkan sirkus yang menggunakan hewan sebagai objek tontonan.
Kemudian data dari Profauna.net telah menemukan hampir lima ribu postingan di sosial media tentang jual beli hewan liar.
“Selain data tersebut kita juga sering melihat maupun mendengar berita mengenai kekerasan terhadap hewan dari berbagai media,” ungkap Wildan.
Oleh sebab itu, melalui aplikasi Symbiosis tersebut Wildan berkeinginan mengumpulkan para pecinta hewan ke dalam satu forum dimana mereka bisa saling berbagi. Dan ketika mereka menemukan tindak kekerasan terhadap hewan disekitar lingkungan mereka, bisa langsung lapor di forum tersebut agar bisa segera di tindak lanjuti.
Lebih lanjut Wildan mengatakan, di dalam aplikasi Symbiosis terdapat pula beberapa pilihan menu yakni menu hukum, donasi dan info. Pada menu hukum berisi informasi tentang hukum yang mengatur mengenai kesejahteraan hewan sehingga para pengguna Symbiosis bisa mengetahui pasal-pasal hukum seperti apa yang bisa menjerat pelaku kekerasan.
Selanjutnya pada menu donasi digunakan sebagai tempat untuk berdonasi segala bentuk kegiatan sosial terkait hewan. Contohnya yakni donasi untuk membantu pengobatan hewan yang terluka dan sebagainya.
Kemudian yang terakhir ada menu Info yang berisi mengenai bagaimana cara-cara melakukan pertolongan pertama terhadap hewan. Misalnya melihat hewan yang mengalami kecelakaan, maupun luka akibat kekerasan.
“Selain itu terdapat informasi mengenai bagaiman penangan jika kita terkena gigitan hewan, cara pertolongan pertamanya seperti apa,” terangnya.
Namun begitu Wildan mengaku bahwa untuk saat ini aplikasi Symbiosis masih berupa prototipe sehingga masih perlu banyak perbaikan dan penyempurnaan lagi.
“Untuk saat ini Symbiosis masih berupa prototipe, tapi nanti kedepannya jika ada yang tertarik dan mau bekerjasama saya tidak menutup kemungkinan bisa di publish lewat googleplay,” pungkasnya.
Sementara itu, aplikasi Symbiosis merupakan salah satu hasil karya dari mahasiswa desain Vokasi UB yang turut di pamerkan dalam gelaran Mad Fest di gedung Samantha Krida, 16-17 Juni 2017.
Jurnalis: Agus Nurchaliq/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Agus Nurchaliq
Source: CendanaNews
