Warung Demen dan Warung Gajah Mungkur Favorit di Lampung Selatan

SABTU, 15 APRIL 2017

LAMPUNG — Tempat makan bakso yang sering dikunjungi oleh warga di wilayah Kecamatan Penengahan dan Kecamatan Palas salah satunya Warung Bakso Demen dan Es Goyobod yang ada di Desa Kekiling Kecamatan Penengahan. Berada di Jalan Lintas Sumatera tak jauh dari perempatan Palas membuat warung bakso tersebut kerap menjadi perhentian pengendara untuk melepas lelah sekaligus menikmati menu bakso ditambah berbagai menu lain, seperti sop, soto dan berbagai minuman khas diantaranya es goyobod dan es kuwut.

Warung Bakso Demen.

Sang pemilik, Ria Haryati (28) dan sang suami Dani Karsidi (34) mengaku seperti pada umumnya bakso dibuat dari bahan daging sapi dan tepung dengan berbagai ukuran, di warung bakso demen miliknya dikenal dengan sajian bakso jumbo.

Disebut bakso jumbo sesuai dengan ukuran yang dibuat lebih besar dari bakso pada umumnya dengan ukuran bola bola kecil sebesar bola pingpong.  Bakso jumbo yang disajikan oleh bakso demen ungkap Ria Haryati memiliki porsi lebih besar dan disajikan dalam mangkuk bersama racikan mie putih, mie kuning, taburan bawang goreng, tauge serta sambal dan saos tomat.

Cita rasa bakso jumbo yang dibuatnya semakin lezat dengan tambahan penyedap rasa dan juga kuah hangat yang dimasak bersama dengan lemak atau dikenal gajih sebagai penambah rasa khas daging sapi dan juga tulang sapi dan selalu dipanaskan.

Ria Haryati dengan ramah melayani pelanggan yang ingin menyantap bakso jumbo dan es goyobot.

Aroma harum akan tercium ketika tutup dandang untuk memasak kuah sebagai kaldu rebusan tulang sapi tersebut untuk menyiram racikan mie, irisan daun sawi, irisan daun bawang dan tauge segar. Khusus untuk bakso jumbo, Ria Haryati dan Dani Karsidi mengungkapkan memiliki resep khusus sehingga bakso jumbo yang dibuatnya terasa kenyal saat disantap.

“Menu favorit pelanggan kita diantaranya bakso jumbo dan kami sediakan juga bakso biasa serta bagi penyuka mie ayam bakso serta soto dan sop juga kami sediakan sesuai selera pengunjung,”terang pemilik Bakso Demen, Ria Haryati,saat ditemui Cendana News di warung miliknya yang berada di Jalan Lintas Sumatera Desa Kekiling Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu siang (15/4/2017).

Ia menyebut satu porsi bakso jumbo yang dijual dengan harga Rp15.000, satu porsi bakso biasa Rp10.000. Bakso tersebut diracik dengan cukup sederhana dengan mangkuk yang dipergunakan untuk memasukkan mie kuning, soun atau bihun putih serta tambahan irisan daun sawi, tauge serta kuah dan bakso jumbo diletakkan terakhir bersamaan dengan kuah kaldu daging dan tulang sapi yang dimasak dalam tungku panas.

Bakso atau pentol yang disajikan dengan ukuran jumbo tersebut ungkap Ria Haryati telah dibelah menjadi empat bagian untuk memudahkan pelanggan memotong saat menyantapnya.

Berbahan dasar tepung tapioka dan dan daging sapi segar yang digiling, untuk menjamin cita rasa dan kekenyalan bakso jumbo miliknya, ia mengaku memesan pada pembuat bakso dengan cara memilih daging sapi segar.

Komposisi yang pas antara tepung dan daging diakuinya menentukan rasa dan kekenyalan bakso buatannya sehingga saat melakukan pemesanan pada pemilik mesin penggilingan bakso ia selalu memilih komposisi yang pas karena cita rasa bakso akan semakin lezat dengan rasa daging sapi yang khas.

“Saya juga selalu merasakan sendiri dan mengecek tingkat kekenyalan dan rasa bakso yang dibuat karena rasa bakso jumbo akan semakin khas dengan komposisi daging sapi yang pas dengan tepung,”ungkap Ria Haryati.

Saat dibelah, bakso jumbo yang terasa kenyal tersebut di dalamnya berisi daging sapi giling yang cukup khas sehingga semakin lezat saat disantap dalam kondisi hangat bersama racikan bahan bahan lain ditambah sensasi pedas sambal cabai hijau dan saus tomat.

Kelezatan tersebut semakin terasa dengan dinikmati saat cuaca dingin sebagai penghangat tubuh terutama ukuran bakso jumbo seukuran dua kali bola kasti yang bisa disantap satu porsi untuk dua orang.

Salah satu pelanggan bakso jumbo Warung Bakso Demen, Wandriasari (23) mengungkapkan sebagai pecinta bakso ia menyebut bakso jumbo yang disajikan warung bakso Demen terasa dominan rasa daging sapi yang khas. Komposisi daging lebih banyak pada bakso jumbo terlihat dalam gilingan bakso yang masih terlihat butiran butiran gilingan daging sapi saat bakso jumbo dibelah.

“Cita rasa dagingnya masih terasa kental dan bakso jumbo ini memiliki tingkat kekenyalan yang baik terutama faktor kompisisi daging yang pas malah bakso jumbo ini bisa disantap berdua karena kalau disantap saya sendiri terlalu besar,”ungkap Wandriasari.

Sajian menu bakso jumbo warung bakso demen dan es goyobod tersebut semakin lengkap saat disantap dengan minuman penambah cita rasa di antaranya Es Goyobod. Ria Haryati yang sempat membuka warung dengan sebanyak 3 etalase penjualan es goyobod mengaku akhirnya hijrah ke Lampung Selatan untuk memperkenalkan es tersebut di wilayah Kecamatan Penengahan ditambah dengan menu es kuwut.

Menu bakso jumbo, es kuwut dan es goyobot yang menggugah selera.

Menu es goyobod sendiri sangat pas disantap setelah menyantap bakso dengan rasa segar es yang dicampurkan dengan bahan bahan baku ager, sekuteng, ager dari tepung aren serta potongan roti tawar.

Selain itu terdapat es kuwut yang merupakan campuran irisan melon, selasih, serta campuran jeruk nipis yang menyegarkan. Disajikan dalam mangkuk dan gelas, menemani makan bakso jumbo dua jenis minuman tersebut cukup menghilangkan dahaga sekaligus semakin mengenyangkan setelah menyantap satu porsi bakso jumbo rasa daging sapi.

“Sebagian besar konsumen meminta untuk dibungkuskan es goyobod dan es kuwut untuk disantap di rumah terutama saat kondisi cuaca panas karena dua minuman tersebut sangat menyegarkan,”ungkap Ria Haryati.

Nikmatnya Bakso Gajah Mungkur Raden Intan Kalianda
Setelah menikmati bakso jumbo di warung bakso demen dan es goyobod  di Desa Kekiling Kecamatan Penengahan, salah satu warung bakso yang cukup dikenal di Kota Kalianda di antaranya Bakso Gajah Mungkur. Terletak di Jalan Raden Intan Kalianda, warung bakso yang sempat berpindah tempat dua kali tersebut masih menyajikan menu utama bakso dan mie ayam.

Warung Bakso Gajah Mungkur.

Sang pemilik warung bakso Gajah Mungkur, Widodo (50) mengaku bakso daging sapi yang dibuatnya merupakan salah satu warung bakso yang cukup lama di kota Kalianda. Seperti umumnya menu bakso, ia menyebut bahan daging sapi dan tepung tapioka menjadi bahan utama untuk menciptaka cita rasa khas bakso buatannya.

Menurut Widodo resep untuk mempertahankan cita rasa bakso daging sapi Gajah Mungkur terletak dari pemilihan daging sapi untuk bahan baku. Lelaki yang berkecimpung di dunia bisnis penggemukan ternak sapi mengaku memilih daging segar yang diolah menjadi bola bola bakso untuk ukuran besar dan ukuran kecil.

Rasa khas daging sapi yang tercampur dalam bola bola bakso tersebut akan semakin terasa saat bakso dibelah dan di dalamnya masih ada butiran butiran gilingan daging sapi.

“Khusus untuk daging sapi saya memilih yang segar termasuk untuk kaldu yang diambil dari tulang sapi karena cita rasa bakso kuncinya dari pemilihan daging sapi untuk bahan baku,”ungkap Widodo saat ditemui Cendana News di Warung Bakso Gajah Mungkur miliknya.

Butiran butiran bakso yang akan disajikan ungkap Widodo saat ini sudah disiapkan di gerobak dan akan dikukus saat pelanggan memesan bakso atau mie ayam. Tren saat ini bermunculan bakso beranak dengan bakso yang di dalamnya berisi bakso tak membuatnya beralih menjual bakso biasa.

Menu bakso daging sapi seukuran bola kasti untuk ukuran besar dan seukuran bola pingpong untuk ukuran kecil tersebut disajikan dengan diracik oleh salah satu karyawan yang dipekerjakan oleh Widodo.

Racikan berupa mie kuning, mie putih, irisan daun bawang serta seledri disiapkan dalam sebuah mangkuk dan setelah semua racikan siap pentol pentol bakso ukuran kecil dan ukuran besar dimasukkan dalam mangkuk dan disusul dengan siraman kuah hangat kaldu tulang sapi.

Karyawan warung bakso Gajah Mungkur menyiapkan menu bakso.

“Kalau soal selera tambahan berupa kecap dan saus kami sediakan terpisah termasuk garam meja karena sebagian pelanggan ada yang tidak suka diberi saus atau sambal sehingga kami siapkan terpisah di meja,”terang Widodo.

Selain disajikan dalam bentuk porsi bakso murni, ia menyebut sebagian konsumen memilih menyantap bakso dengan mie ayam.

Salah satu pelanggan, Suhardi (50) mengaku Warung Bakso Gajah Mungkur merupakan salah satu tempat makan bakso langganannya. Meski menempati warung sederhana, namun ia menyebut komposisi rasa yang khas khususnya mie ayam ditambah dengan bakso membuat warga Karangsari yang saat memiliki keperluan di Kota Kalianda tersebut selalu mampir ke warung bakso Gajah Mungkur.

Cita rasa bakso dengan ciri khas daging sapi segar diakui Suhardi cukup diyakininya karena sang pemilik merupakan salah satu pengusaha dalam bidang peternakan sapi. Ia bahkan menyebut kesegaran rasa daging sapi tersebut terasa dalam setiap bulatan bulatan bakso yang disantapnya bersama dengan mie dan campuran ayam giling yang selalu menjadi menu wajibnya saat mampir ke Warung Bakso Gajah Mungkur.

“Kalau pulang saya selalu minta dibungkuskan untuk cucu saya mie ayam dan bakso sebagai oleh oleh karena rasa daging sapi di dalam bakso yang terasa lezat meski sudah dibawa dalam perjalanan jauh,”ungkap Suhardi.

Berbeda dengan pelanggan lain yang menyukai lemak atau gajih, Suhardi mengaku kelezatan gajih yang selalu menjadi kesukaan penyantap bakso diakuinya memang menjadi kesukaannya dimasa muda. Namun mengingat usia ia mengaku hanya menyantap bakso yang berisi daging sapi murni yang disediakan oleh Warung Bakso Gajah Mungkur.

Jurnalis: Henk Widi/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi
Source: CendanaNews

Lihat juga...