SENIN, 3 APRIL 2017
MATARAM — Mempermudah layanan dan akses informasi pembangunan desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bekerjasama dengan pemerintah Australia melalui program Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan Untuk Kesejahteraan (Kompak) mengembangkan aplikasi daring berbasis android bernama ruang desa.
![]() |
| Kepala Badan Litbang Pelatihan Diklat dan Informasi Kemendes PDTT RI, Muhammad Nurdin |
Kepala Badan Litbang Pelatihan Diklat dan Informasi Kemendes PDTT RI, Muhammad Nurdin menyebutkan, yang diluncurkan semacam infografis dilengkapi tutorial, mulai dari bagaimana Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrembangdes), pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), RPJMDes dan Perdes.
“Nanti misalkan kalau tidak faham dengan tutorial yang tersedia, fasilitator maupun aparat desa bisa menghubungi pihak Kemendes untuk sekedar bertanya atau melakukan konsultasi tentang berbagai hal, khususnya tentang UUD desa termasuk pengelolaan Dana Desa (DD) menggunakan percakapan pesan atau suara yang termuat dalam aplikasi ruang desa,” katanya di Mataram, Senin (3/4/2017).
Menurutnya, teknologi adalah instrumen kunci yang bisa mendukung pembangunan desa. Melalui aplikasi tersebut, dirinya berharap bisa dijadikan sebagai media dan sarana membangun efektivitas dan efesiensi kerja fasilitator maupun aparatur desa.
“Aplikasi ruang desa berbasis Android juga diharapkan bisa memudahkan pemerintah mendapatkan data yang aktual dalam memetakan permasalahan mendesak yang ada di desa,” katanya.
Dikatakan, NTB sendiri merupakan Provinsi ketiga setelah dua Provinsi lain di Indonesia sebagai lokasi ujicoba aplikasi daring berbasis Android bernama ruang desa, yaitu Provinsi Jawa Timur dan Aceh.
Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa (BPMPD) NTB, Rusman mengatakan, peluncuran aplikasi di NTB sendiri, ujicobanya baru dilakukan di empat Kabupaten, dari 10 Kabupaten Kota yang ada di NTB, yaitu Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa dan Bima.
“Kalau nanti hasil ujicoba sukses, maka penerapan aplikasi tersebut akan diterapkan di seluruh desa yang ada di Kabupaten Kota NTB,” terangnya.
Jurnalis : Turmuzi / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Turmuzi