Kebersamaan Jelang Piodalan di Lampung Selatan

SELASA, 11 APRIL 2017

LAMPUNG — Jelang puncak purnama yang jatuh pada malam ini (11/4/2017), memiliki makna yang cukup penting bagi Pura Dalem Setia Dharma Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan.

Kaum wanita yang ikut membantu pelaksanaan persiapan piodalan yang dilakukan dengan bergotong-royong.

Menurut Wayan Andi (38), selaku salah satu pengurus pura dalem Setia Dharma, makna dari piodalan merupakan hari ulang tahun pura yang dirayakan setiap bulan purnama dan dihitung setahun sekali yang pada tahun ini jatuh pada purnama sedasa atau purnama kesepuluh. Kebersamaan dalam persiapan piodalan tersebut sudah terlihat beberapa hari sebelumnya dengan beragam persiapan mulai dari penyiapan sesaji, penyiapan tempat persembahyangan hingga berbagai persiapan untuk memeriahkan piodalan yang akan digelar menjelang sore hingga malam hari.

Setiap umat Hindu yang hadir untuk persiapan piodalan, ungkap Wayan Andi, membawa berbagai persembahan atau sesaji yang merupakan simbol ungkapan syukur berupa hasil bumi. Sesaji berupa buah buahan hasil pertanian di antaranya kelapa, tebu, padi, daun sirih serta berbagai hasil tanaman lain menjadi barang-barang yang dibawa menuju pura untuk dipersembahkan kepada Sang Hyang Widhi. Kebersamaan selama beberapa hari menjelang piodalan Pura Setia Dharma terlihat dengan saling bergantian para perempuan mengerjakan berbagai persiapan pembuatan sesaji untuk upacara (upacara) piodalan.

Para perempuan bahu-membahu membuat sodo yang dibuat dari daun janur atau daun kelapa muda berwarna kuning dan dibentuk menjadi sebuah wadah berbentuk kotak. Wadah yang telah jadi tersebut akan diisi dengan beragam kue, jajanan, nasi setengah matang, serta sesaji lain yang menyimbolkan seisi tubuh manusia yang merupakan barang fana di dunia ini. Selain itu sebagian wanita mulai membuat sinoman atau menyediakan kebutuhan para laki-laki dan perempuan yang secara bergotong-royong mempersiapkan upacara piodalan.

Sebagian perempuan beristirahat setelah selesai bergotong-royong jelang piodalan.

Kesibukan para perempuan juga dibarengi dengan kesibukan laki-laki yang terlibat dalam kegiatan jelang piodalan juga disibukkan dengan membuat tempat sesaji dari bambu yang akan dipasang di depan pura sesuai dengan jumlah kepala keluarga yang bersembahyang di Pura Setia Dharma di Jalan Lintas Timur Sumatera tersebut. Selain itu sebagian laki-laki juga membersihkan arca, pratima serta tempat-tempat dan sarana persembahyangan di antaranya pusaka-pusaka serta halaman pura yang akan dipergunakan untuk upacara piodalan.

“Bagi wanita yang memiliki kesibukan saat pagi hari akan mempergunakan waktu membantu pembuatan sesaji dan sejenisnya saat siang hari karena saat menjelang sore semua umat harus sudah siap bersembahyang dengan munculnya bulan purnama,” terang Wayan Andi, saat ditemui Cendana News di pura dalem Setia Dharma, Selasa sore (11/4/2017).

Sebagian wanita lain juga mulai membuat ajuman dengan rupa-rupa sesaji yang akan menjadi bahan persembahyangan menyimbolkan kehidupan manusia yang akan menghadiri piodalan di Pura Setia Dharma. Kebersamaan dalam mempersiapkan hari turunnya atau hari dilinggakan atau diistanakan menurut hari yang ditetapkan di tempat suci. Pelaksanaan upacara piodalan di Pura Setia Dharma, ungkap Wayan, akan dipimpin oleh pemimpin upacara atau pemangku setempat, yakni Ida Bagus (56) dan wakilnya, Mudianto (55), yang telah melakukan persiapan untuk upacara piodalan pada sore hingga malam nanti.

Sebagian wanita mempersiapkan bunga untuk upacara di pura.

Sebelum piodalan Pura Dalem Setia Dharma, ungkap Wayan Andi, umat Hindu telah melakukan upacara Pemacekan Agung yang merupakan pemujaan terjadap Sang Hyang Widhi dengan menghaturkan upacara memohon keselamatan. Bagi setiap keluarga saat sore hari dilakukan upacara segehan di halaman rumah dan di muka pekarangan rumah yang ditujukkan kepada sang kala tiga Galungan beserta pengiringnya agar kembali dan memberi keselamatan. Menjelang sore, persiapan yang telah dilakukan sudah sempurna para wanita yang telah melakukan persiapan di pura segera pulang ke rumah sembari mempersiapkan bunga-bunga untuk persembahyangan yang akan dimulai pada pukul 18:00 WIB petang ini.

Sementara itu, menurut Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Polsek Penengahan, Ajun Inspektur Dua Nurkholis, beberapa pura di wilayah Kecamatan Ketapang yang akan melakukan piodalan di antaranya Pura Tridharmayoga, Pura Pusekh Dusun Yogaloka, dan Pura Dalem Setia Dharma. Ia menyebut, di jalur lintas timur Sumatera untuk pelaksanaan pengamanan akan melibatkan para pecalang dan anggota polisi.

“Sebagian pura memang ada di jalur lintas timur Sumatera sehingga ada sebagian yang dijaga oleh personil polisi namun sebagian dijaga oleh para pecalang,” ungkap Aipda Nurkholis.

Wayan Andi selaku pengurus  dan berperan sebagai bendahara Pura Setia Dharma.

Pengamanan dilakukan untuk memberi rasa aman dan nyaman selama umat Hindu di beberapa desa melakukan upacara piodalan pura dan juga persembahyangan saat puncak purnama. Sebab, ia mengaku, meski sebagian melakukan persembahyangan pada puncak purnama kali ini namun ada beberapa pura yang belum melakukan piodalan atau peringatan hari raya pura setempat.

Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi

Source: CendanaNews

Lihat juga...