KAMIS, 23 MARET 2017
LAMPUNG — Ratusan umat Hindu Bali di Desa Bangunrejo kecamatan Ketapang terlihat bergotong royong membuat sesaji serta perlengkapan upacara (upakara) dalam rangka persiapan menyambut perayaan Hari Raya Nyepi (1 Saka 1939) yang akan jatuh pada tanggal (28/3/2017).
![]() |
| Aktifitas umat Hindu laki laki dan perempuan mempersiapkan perlengkapan sembahyang jelang Nyepi |
Ketua Adat Pura Kayangan Tunggal, Ketut Adi Rante (53) menyebutkan, persiapan tersebut melibatkan 90 kepala keluarga (KK), mulai dari pembuatan sinoman atau khusus memasak, keperluan sesaji, pengayah sebagai sesajen atau dikenal sebagai ajuman yang terdiri dari berbagai jenis, di antaranya Sodo, dibuat dari daun kelapa janur kuning dan janur hijau yang dibuat menyerupai wadah. Selanjutnya disi dengan pisang, tebu, jajanan, nasi setengah matang menyimbolkan seisi tubuh manusia yang akan dipergunakan saat upacara.
“Sejak pagi tadi kami sudah menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan di antaranya membuat sesaji, membersihkan peralatan sembahyang dan semua dilibatkan tanpa kecuali baik kaum laki laki maupun bapak bapak,”terang Ketut Adi Rante saat ditemui Cendana News, Kamis (23/3/2017).
![]() |
| Ketut Adi Rante, selaku ketua adat Pura Kayangan Desa Bangunrejo |
Sementara itu, salah ibu kaum ibu, Ni Ketut Darmi (30) menjelaskan, ratusan ajuman yang dibuat secara bertahap dimulai dari merangkai janur digunakan sebagai sarana. Selanjutnya sebagian ibu ibu lain mengisi ajuman dengan rupa-rupa sesaji sesuai dengan keperluan sembahyang menyimbolkan kehidupan manusia yang akan disucikan saat perayaan Nyepi 1939.
“Sejak pagi sebagian ibu bahkan berkeliling kampung mencari bunga-bunga kamboja serta berbagai jenis bunga lain yang dipergunakan sebagai bahan untuk membuat ajuman,”jelasnya.
Sementara itu di tempat yang sama, I Nyoman Sutardja (52) selaku Sutri atau pembantu dari pemangku mengaku memiliki tugas membersihkan peralatan sebangsa senjata, tedung dan umbul ratau pengayah untuk persembahyangan. Alat alat tersebut mulai dibersihkan dengan air yang menyimbolkan penyucian untuk semua alat persembahyangan.
Setelah semua persiapan tersebut dilakukan, masih akan ada acara persembahyangan pada Kamis (23/3/2017) dengan upacara khusus yang dikenal Menak Ida Batara dari Pure Mraja Pati diiring ke Pure Kayangan selanjutnya Menak Ida Batara di Pure Kayangan dengan kegiatan menurunkan Ida Batara Kayangan.
Selanjutnya umat bersembahyang bersama umat untuk mempersiapkan upacara Melasti supaya kebersamaan dan kebersamaan melasti tidak mendapat halangan. Melasti yang selalu diselenggarakan di Pure yang berada di dekat air sekaligus menjadi ritual pembersihan diri bagi umat Hindu untuk menyambut perayaan Nyepi.
Bagi umat Hindu Bali di Kecamatan Ketapang upacara Melasti baru akan dilaksanakan hari Sabtu (25/3/2017) di Pure Segara Batu Putih dengan kegiatan penyucian diri bersama ribuan umat Hindu dari wilayah Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Lampung Timur. Sehari sebelum perayaan Nyepi umat Hindu Bali juga mengadakan upacara tawur agung kesanga yang akan dilakukan setiap desa dengan menyucikan alam dengan memohon keseimbangan buana agung.

I Nyoman Sutardja menyebut rangkaian kegiatan setelah Melasti juga akan diisi dengan malam Nyepi dengan mengadakan prosesi pawai ogoh-ogoh di beberapa kampung yang sebagian memeluk agama Hindu. Selanjutnya hari raya Nyepi dilakukan dengan melakukan aktifitas meditasi dan mengheningkan diri selama 24 jam. Proses pembuatan ogoh ogoh yang sedang dikerjakan di wantilan (balai pertemuan) menurut I Nyoman sedang dalam tahap penyelesaian dan dikerjakan oleh para anak muda yang memiliki tugas membuat ogoh ogoh.
Jurnalis : Henk Widi / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi
