KAMIS, 9 MARET 2017
BALIKPAPAN — Dinas Kesehatan Kota Balikpapan mengimbau warga yang memiliki gejala DBD untuk segera dibawa ke pusat kesehatan agar mendapati penanganan serius.
![]() |
| Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Balerina |
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Balerina menyebutkan, DKK telah memiliki sistem prosedur dalam penanganan penyakit DBD. Berdasarkan audit medis diketahui korban meninggal karena orangtua korban terlambat membawa ke pelayanan kesehatan.
“Tahun lalu kita lakukan audit medis paling banyak karena keterlambatan datang ke tim medis. Makanya kita selalu ingatkan kepada orangtua, warga Balikpapan apabila anaknya demam langsung bawa ke pelayanan kesehatan,” tegasnya di Balikpapan, Kamis (9/3/2017).
Memasuki musim hujan, pihaknya juga mengingatkan agar masyarakat tetap waspada untuk mengikuti pola hidup sehat dengan Menutup, menguras dan menimbun (3M) dan menjaga lingkungan sekitar.
“Sekarang sudah musim penghujan kita selalu ingatkan jaga lingkungan sekitar tetap bersih. Ibu sekarang kan pintar-pintar, anaknya sakit langsung dikasih obat panas. Kalau bisa, anak panas jangan kasih obat sendiri, bawa langsung ke Puskesmas atau ke pelayanan kesehatan, karena demam atau panas anak DBD berbeda,” jelasnya.
Lanjut Balerina, DKK kini sudah memiliki prosedur penanganan dan pencegahan DBD. Karenanya masyarakat juga harus ikut membantu agar ditangani lebih cepat bila sudah mengetahui gejalanya.
“Kalau panas datang diperiksa 2-3 hari hari langsung periksa darah kemudian positif langsung pengananan yang lebih cepat,” ulasnya.
Sementara itu, hingga bulan Maret 2017 kasus DBD sudah mencapai 216 kasus dan satu anak berusia empat tahun meninggal. Adapun sepanjang tahun 2016 terdapat 4.100 kasus DBD dengan korban meninggal sebanyak 26 jiwa.
Jurnalis : Ferry Cahyanti / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Ferry Cahyanti