SELASA, 28 MARET 2017
JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Masih banyak pekerjaan berat yang harus diselesaikan Bangsa Indonesia salah satunya menangani indeks pembangunan manusia mengalami kemerosotan, jumlah penduduk miskin terus bertambah seperti yang didata oleh salah satu organisasi internasional yang mengurus penanggulangan kemiskinan dan membantu negara berkembang, United Nations Development Programme (UNDP).
![]() |
| Subiakto Tjakrawerdaya berdialog dengan salah satu penerima penghargaan Damandiri Award |
“Menurut data UNDP, di Indonesia ada 147 juta penduduk berpenghasilan di bawah Rp 20 ribu per hari. Selain itu ada empat orang warga Indonesia yang memiliki asset mencapai 500 trilyun. Ketimpangan pembangunan yang semakin kentara terjadi di negeri ini,” kata Ketua Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri), Subiakto Tjakrawerdaya dalam sambutannya di acara Damandiri Award di Universitas Trilogi, Kalibata, Jakarta Selatan.
Setelah melakukan kajian dan penelitian yang mendalam, ia menyimpulkan jika hari ini masyarakat kecil belum mendapatkan akses yang baik untuk menikmati hasil pembangunan. Pengusaha kecil masih kesulitan mendapatkan pinjaman modal. 80 persen di antara mereka terjerat ‘bank keliling’ atau rentenir.
![]() |
| Subiakto Tjakrawerdaya saat memberikan sambutan |
Bank keliling atau renternir dirasa masih kurang memiliki semangat pembangunan masyarakat karena masih mengejar keuntungan untuk perusahaannya saja tanpa memperdulikan kemampuan atau potensi nasabah.
“Melihat itu akhirnya Yayasan Damandiri ini ada dan kita mencoba memberikan akses permodalan bagi pengusaha kecil tanpa direpotkan dengan persoalan agunan,” ujar Ketua Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri), Subiakto Tjakrawerdaya dalam sambutannya di acara Damandiri Award di Universitas Trilogi, Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (27/3/2017).
Terkait Damandiri Award 2017, Subiakto mengatakan ini adalah bentuk penghargaan yang diberikan oleh Yayasan Damandiri kepada Posdaya, Koperasi dan Komunitas yang berprestasi.
Ada 11 peraih Damandiri Award dengan tiga kategori. Kategori pertama untuk Posdaya pengelola Tabur Puja, Terbaik I diraih oleh Posdaya Jingga (Ragunan, Jakarta Selatan), Terbaik II diraih oleh Posdaya Kusuma Jaya (Semarang), Terbaik III diraih oleh Posdaya Flamboyan (Lembang, Bandung Barat), Terbaik IV diraih oleh Posdaya Migunani (Sleman, Yogyakarta) dan Terbaik V diraih oleh Posdaya Soka (Kebayoran Lama, Jakarta Selatan)..
Kategori kedua merupakan kategori Komunitas Sahabat Damandiri atau penerima kredit mikro, Terbaik I diraih oleh Komunitas Srikandi (Kabupaten Kendal), Terbaik II diraih oleh Komunitas Seruni (Kabupaten Batang) dan Terbaik III diraih oleh Komunitas Melati (Semarang).
![]() |
| Pemenang Damandiri Award |
Dan untuk kategori ketiga merupakan kategori untuk Koperasi Pengelola Tabur Puja, Terbaik I diraih Koperasi Sudara Indra (Jakarta), Terbaik II diraih oleh Koperasi Dewantara Ranah Minang (Padang) dan Terbaik III diraih oleh Koperasi Tani Makmur (Bantul Yogyakarta).
Jurnalis: Bayu Arsita M/Redaktur: ME. Bijo Dirajo/Foto: Bayu Arsita M

