Presiden Joko Widodo Bagikan Bantuan di Sambas

SABTU, 18 MARET 2017

SAMBAS — Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, secara simbolis menyerahkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Program Makanan Tambahan (PMT), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP), kepada ribuan warga di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Aruk, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri saat pembagian bantuan di Sambas.(Dok: PMK)

Berbagai program bantuan diserahkan langsung oleh Menko PMK, Puan Maharani, antara lain sebanyak 40 KIS, 439 KIP untuk siswa SD, SMP dan SMK dari sebanyak 1.034 siswa penerima KIP di Sambas, PMT untuk 25 ibu hamil, 50 anak balita serta 400 anak sekolah dan PKH kepada 359 warga setempat, dari total penerima PKH di Kabupaten Sambas sebanyak 8.740 orang.

Dalam penyerahan itu, Presiden Joko Widodo mengingatkan kepada siswa penerima KIP agar menggunakannya untuk keperluan pendidikan, seperti membeli sepatu, tas, buku dan alat tulis. Jika ketahuan digunakan untuk membeli pulsa atau kebutuhan lain di luar pendidikan, KIP bisa ditarik.

Sementara itu, Puan Maharani menjelaskan, jika para ibu penerima PKH per tiga bulan akan mendapatkan Rp500.000, sehingga total setiap tahunnya akan mendapatkan Rp2 juta. Puan mengimbau, agar penerima PKH tidak perlu mengambil semua uangnya, karena tersimpan aman dalam buku tabungan yang dikeluarkan oleh bank. Sedangkan, untuk siswa SD penerima KIP, setiap tahunnya akan mendapatkan Rp450.000, SMP Rp750.000 dan SMA/K sebesar Rp1 juta.

Penyerahan KIP, KIS, PKH dan PMT dilangsungkan bersamaan dengan peresmian PLBN Terpadu Aruk yang didirikan di Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, pada Jumat (17/3/2017). Presiden pun mengingatkan, agar PLBN yang dibangun berasitektur rumah panjang dan bercorak Dayak itu, agar betul-betul digunakan masyarakat sebagai kawasan pertumbuhan ekonomi yang baru, dan jangan hanya sekedar kantor administrasi lintas batas negara. Sebab, hingga kini telah ada 3 PLBN berdiri di Kalimantan Barat.

Jurnalis: Shomad Aksara/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Istimewa

Lihat juga...