RABU, 8 MARET 2017
MALANG — Tiga hari sudah sejak hari Senin 6 Maret 2017, sopir angkutan umum mikrolet di Kota Malang, melakukan aksi mogok kerja sebagai bentuk protes mereka terhadap kehadiran transportasi online. Tak dapat dipungkiri pula, aksi mogok tersebut menyebabkan para penumpang telantar, terutama anak-anak sekolah yang selama ini mengandalkan mikrolet sebagai alat transportasi.
![]() |
| Pemberangkatan para relawan. |
Berdasarkan fakta di atas, ratusan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap permasalahan tersebut berbondong-bondong mendaftarkan diri menjadi relawan khusus untuk mengantarkan penumpang yang telantar, utamanya pelajar. Setelah mendaftar, para relawan ini dengan menggunakan kendaraan pribadi bertugas mengantarkan anak-anak sekolah ke tempat tujuannya secara gratis.
“Sampai saat ini, kurang-lebih sudah ada 670 kendaraan roda dua dan 70 kendaraan roda empat yang telah terdaftar menjadi relawan khusus untuk mengantarkan anak-anak sekolah,” jelas salah satu koordinator relawan, Fajar, kepada Cendana News, Rabu (8/3/2017).
![]() |
| Para relawan memberi label motornya dengan tulisan Relawan Khusus. |
Ia menyampaikan, hari ini adalah hari kedua dari kegiatan aksi relawan khusus. Pada setiap harinya, semakin bertambah masyarakat yang mendaftar menjadi relawan. Menurut Fajar, para relawan khusus ini tidak hanya berasal dari masyarakat Kota Malang saja tetapi juga warga se-Malang Raya seperti daerah Batu dan Kepanjen.
“Aksi ini dimulai sejak pukul 07.00-21.00 WIB. Kami dari tim relawan memang memprioritaskan mengantar anak-anak sekolah untuk menghindari gesekan dengan sopir mikrolet. Sedangkan untuk penumpang umum juga tetap kami angkut tetapi kita turunkan di depan stasiun Kota Baru. Dari situ kemudian mereka akan diantar ke tujuan masing-masing menggunakan armada dari Kepolisian, TNI, Dishub maupun Satpol PP,” ungkapnya.
![]() |
| Fajar (kaos biru). |
Untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, pada setiap kendaraan relawan ditempelkan sebuah tulisan bertuliskan ‘Relawan Khusus’ di bagian depan, belakang, maupun samping kendaraan, dan juga diberi stiker.
“Tulisan Relawan Khusus itu sebagai identitas agar mudah dipantau oleh pihak keamanan dan agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tidak yang bertanggung jawab,” ucapnya. Fajar menambahkan, bahwa aksi relawan ini akan terus berlangsung hingga sopir angkutan mikrolet beroperasi kembali.
Sementara itu, Bambang Rudiansyah, sebagai salah satu relawan mengaku tergerak untuk ikut menjadi relawan. Ia mengaku, sejak kemarin dirinya sudah terdaftar menjadi relawan dan sudah lebih dari 10 kali bolak-balik mengantarkan penumpang dengan menggunakan mobil pribadi.
![]() |
| Bambang Rudiansyah. |
“Saya ikut jadi relawan karena ingat dulu waktu SMA pernah merasakan susahnya mencari kendaraan umum. Jadi dengan adanya kondisi seperti sekarang ini, saya merasa tergerak untuk menjadi relawan,” ceritanya. Hari ini ia berencana akan mengantarkan penumpang hingga pukul tujuh malam.
“Saya pribadi berharap agar permasalahan ini tidak berlarut-larut dan pemerintah bisa mencari solusi yang terbaik untuk kedua belah pihak karena mikrolet maupun angkutan online juga sama-sama mencari makan,” harapnya.
Dari pantauan Cendana News, hingga sore masih banyak masyarakat yang datang ke tempat pendaftaran di depan kantor Telkom Kayutangan untuk menjadi relawan khusus. Tidak hanya kendaraan berplat nomor hitam yang menjadi relawan, terpantau juga ada beberapa kendaraan dinas berplat nomor merah yang turut menjadi relawan.
Jurnalis: Agus Nurchaliq / Editor: Satmoko / Foto: Agus Nurchaliq


