Jukir Protes Pengelolaan Parkir Masjid Sahbilal Muhtadin

RABU 1 MARET 2017
 

BANJARMASIN—Pengelola parkir di halaman Masjid Raya Sahbilal Muhtadin, Kota Banjarmasin, memprotes atas rencana pengelolaan lahan parkir yang akan diambil alih oleh pengurus masjid itu. Seorang pengawas parkir di Masjid Sahbilal Muhtadin, Faridan, mengatakan pengurus masjid telah bersikap arogan karena mengabaikan masa kerja para juru parkir.
Faridan, Pengawas Parkir  Masjid Raya Sahbilal Muhtadin.
  Menurut dia, para jukir sudah mengabdi sejak 1993 di Masjid Sahbilal Muhtadin. Usaha ini pun turun-temurun lintas generasi yang diwariskan oleh keluarga jukir yang sebelumnya telah mengabdi. 
“Saya sudah kirimkan surat permohonan, tapi dijawab pengelolaan parkir akan diambil alih pengurus masjid. Ini arogansi banget, padahal kami sudah mengabdi 24 tahun di sini,” ujar Faridan kepada wartawan di pelataran Masjid Sahbilal Muhtadi, Rabu 1 Maret 2017.

Faridan menuturkan para jukir tidak menetapkan tarif resmi parkir. Ia mengaku bahwa jemaah masjid seiklasnya membayar duit parkir. Selain itu, Faridan pun rutin menyetorkan uang infaq sebesar Rp10 juta ke pengurus masjid tersebut.

“Kami setornya lewat rekening masjid, kalau dulu lewat kuitansi ke pengurus. Kami suka rela saja, enggak ada tarif harus bayar Rp2.000 atau harus bayar sekian,” ia berujar.

Ia berharap pengurus masjid membatalkan niat untuk mengelola parkir. Bila pengurus masjid tetap mengelola parkir, Faridan cemas para jukir bisa kehilangan penghasilan karena pengurus masjid tidak melibatkan jukir lama. Ia tidak mendengar pengurus masjid akan membuka tender atas pengelolaan parkir masjid.

Toh, Faridan menegaskan para jukir telah bertanggung jawab penuh atas keamanan di area parkir. Kalaupun ada kehilangan kendaraan bermotor, Faridan mengurus sendiri ganti rugi meskipun tidak sesuai harga kendaraan.

“Kami enggak pernah mengeluh sama yang di dalam (pengurus masjid), kami tanggung sendiri. Kami enggak pernah molor bayar  setoran, kalau tanggal 1 bayar, yang tanggal 1 setiap bulan,” ucap dia.

Jurnalis: Diananta P. Sumedi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Diananta P Sumedi

Lihat juga...