JUMAT, 3 MARET 2017
MAUMERE — Sejak menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengubah pola pembangunan dari Jawa sentris menjadi Indonesia sentris. Presiden Jokowi telah melakukan berbagai terobosan pembangunan infrastruktur di Indonesia Timur seperti jalan untuk menembus daerah-daerah pinggiran dan terisolir, bandara-bandara perintis, pelabuhan-pelabuhan penyeberangan, waduk hingga moda transportasi tol laut.
![]() |
| Dr. Andreas Hugo Parera, MA anggota Komisi I DPR RI (kedua kiri) bersama wakil ketua DPRD Sikka, camat Waiblama dan mantan bupati Sikka. |
Demikian disampaikan anggota Komisi I DPR RI, Dr. Andreas Hugo Parera, MA, saat ditemui Cendana News ketika meninjau pembangunan waduk Napung Gete di Waiblama Kabupaten Sikka, Jumat (3/3/2017).
“Pemerintah saat ini memberikan perhatian luar biasa bagi wilayah Indonesia Timur,” tegasnya.
Hal ini, sebut Andre, sapaannya, sangat menggembirakan bagi masyarakat di wilayah timur Indonesia khususnya di NTT. Membangun Indonesia bukan hanya membangun di Pulau Jawa saja sebab Indonesia dari Sabang sampai Merauke sehingga Jokowi merubah pola pikir Jawa eentris menjadi Indonesia sentris.
“Kalau berpikir politis jangka pendek, tentu yang diperhatikan hanya di Pulau Jawa saja sebab penduduknya lebih banyak dan otomatis jumlah pemilihnya pun pasti lebih banyak,” tuturnya.
Presiden Jokowi, sebut Andre, mengubah pemikiran itu sebab pemimpin harus berpikir Nusantara, bukan hanya demi kepentingan politik jangka pendek saja, tapi harus berpikir untuk kepentingan jangka panjang seluruh rakyat.
“Dalam struktur pemerintahan, desa diberikan perhatian lebih dengan mengucurnya dana desa yang besar sebab bagi Jokowi pembangunan harus dimulai dari desa,” ungkapnya.
Selain itu pulau-pulau terdepan diberikan perhatian dari berbagai aspek seperti keamanan dan lainnya serta daerah potensial lain yang harus ditingkatkan perekonomiannya seperti di NTT ikut dikembangkan sesuai kebutuhan di wilayah tersebut.
“Untuk provinsi kita, air, jalan, dan listrik menjadi prioritas utama dan terus terang saja, 10 tahun sebelumnya banyak proyek di Indonesia termasuk di NTT pembangunannya tidak selesai atau terbengkelai,” terangnya.
Anggota Komisi I DPR RI ini mencontohkan, di Flores ada PLTU, di Ropa Ende dan PLTU di Mataloko Ngada yang terbengkelai. Dirinya sampaikan ke staf presiden. Ternyata justru kaget di NTT juga ada proyek yang terbengkelai sehingga akan di cek kondisinya.
![]() |
| Dr. Andreas Hugo Parera, MA (ketiga kiri) bersama Danrem 161 Wira Sakti Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa,SE.MM (keempat kiri) saat meninjau pembangunan waduk Napung Gete. |
“Tapi bila sudah ada infrastruktur, lingkungannya pun harus dijaga. Jangan sampai lingkungan terganggu dan rusak sehingga akan menyebabkan banjir dan longsor,” pintanya.
Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary
