Gerakan Ekonomi Lokal Beri Ruang Perempuan di Sikka Berkiprah

JUMAT, 10 MARET 2017
 
MAUMERE — Adanya semangat gerakan ekonomi lokal di Kabupaten Sikka dan juga dengan adanya promosi tenun ikat yang gencar dan semakin diminati, kaum perempuan juga semakin mendapatkan ruang untuk mengembangkan kemampuannya agar bisa meningkatkan pendapatan untuk keluarga.

Para perempuan yang berjualan ikan di TPI Alok Maumere.

Masih adanya kaum perempuan di kampung dan di desa yang belum mendapat ruang mengaktualisasikan diri mereka, diperlukan peningkatan penguatan kapasitas dan perlu adanya advokasi secara terus-menerus agar perempuan juga bisa memanfaatkan potensi yang ada di dalam dirinya untuk dikembangkan, guna menambah penghasilan keluarga dalam mendukung ekonomi keluarga.

Pesan ini menguat saat Cendana News berbincang bersama Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sikka, Moni Emi Lusia Laka, SH, saat berada di gedung DPRD Sikka, Jumat (10/3/2017), sore.

Emi menyatakan, kaum perempuan di Sikka harus bangkit karena perempuan juga bukan hanya sebagai obyek tetapi subyek pembangunan. Harus mendukung pembangunan terutama program pemberdayaan perempuan yang sedang digalakkan pemerintah.

“Saya optimis, suatu saat perempuan bisa memanfaatkan potensi yang ada di dalam dirinya untuk mendukung pembangunan, baik di Kabupaten Sikka maupun di negeri ini,” tegasnya.

Mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sikka ini, selama menjabat pimpinan dinas dan badan di Kabupaten Sikka, tidak merasa ada kendala dan bila ada yang meragukan itu menjadi cambuk baginya untuk terus meningkatkan kemampuan, kapasitas diri agar menjadi lebih baik ke depan.

“Masyarakat Kabupaten Sikka pun sudah mulai cerdas dan tidak ada lagi yang tabu. Perempuan sudah mulai bekerja dibandingkan dulu sehingga kaum perempuan harus memanfaatkan kesempatan ini,” ungkapnya.

Untuk saat ini, terang Emi, di Sikka jabatan di eksekutif sudah banyak diisi kaum perempuan. Baik di eselon 2, 3, sampai eselon 4 sehingga dirinya berpesan untuk perempuan di Sikka agar bangkit dan mulai percaya diri bahwa mereka  mempunyai potensi yang bisa dikembangkan dan mempunyai nilai jual.

Perempuan Dukung Perempuan
Senada dengan Emi, Paskalia Laban, anggota DPRD Sikka asal Partai Hanura yang ditemui di saat yang sama pun mengakui, kaum perempuan di Sikka sudah mulai bangkit dan mengemban berbagai jabatan yang dipercayakan, baik di eksekutif, legislatif, dan lembaga swasta serta organisasi lainnya.

“Perempuan di Sikka sudah mulai diberikan kedudukan dan jabatan, baik di pemerintahan maupun di luar pemerintahan, termasuk banyaknya kaum perempuan yang mulai bekerja mencari nafkah dengan menenun dan menjualnya,” ungkapnya.

Namun, Paskalia sedikit merasa kecewa, begitu banyak perempuan di  Sikka, namun hanya 3 orang saja yang duduk di DPRD Sikka. Perempuan harus mendukung perempuan ke depan, memberikan kesempatan kepada perempuan yang berpolitik agar mereka bisa percaya diri dan terpilih.

“Saya melihat para perempuan yang terjun di politik tidak bodoh. Tapi sudah memiliki kualitas dan kaum perempuan dalam menentukan sebuah keputusan bukan hanya memakai akal tetapi hati. Ini salah satu keunggulan kaum perempuan dalam dunia politik,” tegasnya.

Pesannya kepada kaum perempuan yang ingin terjun di dunia politik agar bisa terpilih di legislatif, perlu mencari dukungan sesama kaum perempuan dan harus menyadari bahwa dirinya mampu berkiprah di lembaga legislatif.

Paskalia juga yakin, tidak semua perempuan tidak mampu dan banyak yang mau berpolitik. Tetapi belum diberikan kesempatan sehingga banyak perempuan yang merasa takut melangkah. Apalagi banyak yang mengatakan, politik itu kotor, padahal belum tentu itu benar.

“Memang, di partai politik, ada kuota 30 persen bagi calon perempuan ,tetapi perlu dorongan dan dukungan dari sesama kaum perempuan. Sebab, kalau perempuan saja tidak mendukung sesama kaumnya apalagi laki-laki,” tuturnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sikka, Moni Emi Lusia Laka, SH.

Kepada kaum perempuan yang mengemban jabatan, Paskalia menitipkan pesan, setinggi apa pun jabatan yang diemban kaum perempuan, jangan melupakan kodratnya. Sebab, tetap sebagai seorang istri, dia harus berada di bawah suami yang nota bene merupakan kepala rumah tangga.

Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary

Lihat juga...