RABU, 15 MARET 2017
SOLO — Rencana proyek nasional Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLPB) di Gunung Lawu terus mendapat perlawanan. Setelah organisasi kepemudaan dan komunitas pecinta alam, kalangan legislatif dan eksekutif Karanganyar, Jawa Tengah, pun menolak proyek yang direncanakan mulai digarap pada akhir Maret 2017.
![]() |
| Bupati Karanganyar, Juliatmono, di tengah massa yang tolak proyek Geothermal Kementerian ESDM. |
Anggota Komisi B DPRD Karanganyar, Hanung Marwoko, dengan lantang menolak proyek milik Kementerian ESDM yang akan memanfaatkan Gunung Lawu sebagai PLPB. Alasannya, dampak yang ditimbulkan, terutama bagi kalangan petani yang ada di lereng Lawu akan sangat besar. “Selama ini, sumber air baik untuk pengairan sawah maupun konsumsi sehari-hari dari Gunung Lawu. Bagaimana kalau sumbernya hilang, nasib petani bagaimana,” ucapnya kepada Cendana News, Rabu (15/3/2017).
Keberadaan Gunung Lawu sangat penting, terutama bagi masyarakat yang ada di lereng maupun daerah sekitar. Sebab, dari sektor pertanian saja, lebih dari 30 ribu petani di Karanganyar selama ini menggantungkan irigasi dari Gunung Lawu. Terlebih lagi, wilayah Karanganyar yang selama ini menjadi penyangga pangan di Jawa Tengah, juga tergantung dengan situasi lereng Lawu. “Sebagai wakil rakyat, saya tahu persis jika masyarakat Karanganyar mayoritas adalah petani. Secara pribadi, saya akan mengawal jangan sampai proyek eksploitasi alam itu terjadi di Karanganyar,” tandas Hanung.
![]() |
| Anggota Komisi B DPRD Karanganyar, Hanung Marwoko, yang ikut lantang menolak proyek Geothermal. |
Proyek PLPB di Gunung Lawu itu juga dinilai bertentangan dengan program pemerintah tentang penghijauan yang selama ini digalakkan. Termasuk, Pemkab Karanganyar yang menerapkan gerakan ijo royo-royo setiap 15 Desember dengan cara menanam pohon. “Terkait proyek Geothermal di Gunung Lawu, kita tolak. Kalau mau bangun, jangan di Gunung Lawu. Di gunung ini paling lengkap keanekaragaman hayati. Juga merupakan gentong air,” ungkap Bupati Karanganyar, Juliatmono.
Orang nomor satu di Bumi Intan Pari itu secara pribadi juga menolak keras upaya eksploitasi Gunung Lawu tersebut. Penolakan Bupati Karanganyar bahkan dibubuhkan dalam spanduk penolakan, yang berisi pesan untuk selalu menjaga alam, karena merupakan anugerah Tuhan untuk kelangsungan hidup umat manusia. “Lawu ini banyak sekali manfaatnya, saat kemarau panjang, Gunung Lawu jadi penyelamat,” imbuh Juliatmono.
![]() |
| Sikap tegas Bupati Karanganyar, Juliatmono, dalam spanduk penolakan. |
Politisi Partai Golkar itu pun berjanji akan menyampaikan aspirasi masyarakat Karanganyar yang menolak proyek milik Kementerian ESDM tersebut. “Pernyataan ini, nanti segera dikirim ke Menteri ESDM, kita minta Pertamina hentikan niatnya untuk eksplorasi Gunung Lawu. Masyarakat Karanganyar sudah menyatu dengan Gunung Lawu. Jangan diusik,” pungkasnya.
Jurnalis: Harun Alrosid / Editor: Satmoko / Foto: Harun Alrosid

