Delapan Jam Listrik Mati di Kota Manado

MINGGU, 12 MARET 2017

MANADO — Hujan petir disertai angin kencang, mengakibatkan gangguan listrik milik PLN pada sistem Sulawesi Utara dan Gorontalo, sehingga pemadaman listrik di seluruh wilayah di Manado Sulawesi Utara terjadi hingga 8 jam.

Suasana Kota Manado yang gelap gulita

Pada Minggu (12/3/2017), sekitar pukul 14.00 WITA, hingga saat ini sedang terjadi gangguan pada sistem transmisi 150KV sistem kelistrikan Sulawesi Utara-Gorontalo, yang menyebabkan Area Penyaluran dan Pengaturan Beban (AP2B) sistem Minahasa mendapatkan hilangnya tegangan pada semua transmisi Gardu Induk (GI) dan pembangkit. Gangguan yang menyebabkan pemadaman ini bersamaan dengan hujan disertai petir yang terjadi di sejumlah titik di Sulawesi Utara.

PLN menyampaikan mohon maaf atas ketidak-nyamanan yang dialami pelanggan. Sementara itu, petugas PLN kini sedang melakukan proses penormalan, dengan memberikan tegangan terhadap penyulang dan Gardu Induk yang ada.

Deputi Manager Hukum dan Humas PLN Wilayah Sulaawesi Utara, Tengah dan Gorontalo (Suluttenggo) Jantje Rau, mengatakan pihaknya menyampaikan permintaan maaf atas gangguan itu, danaat ini PLN telah mengerahkan penuh semua fasilitas yang ada, termasuk SDM dalam rangka penormalan sistem TL yang black out. Penormalan dilakukan secara bertahap, tidak bisa sekaligus, karena semua penyulang dan pembangkit padam, sehingga pemasukan tegangan dari pembangkit ke GI dan Penyulang sampai ke pelanggan dimasukkan sesuai SOP.  “Saat ini, PLN sedang berupaya secara maksimal supaya semua normal. Mohon maaf atas keterlambatan ini,” terang Jantje.

Jantje Rau, Deputi Manager Hukum dan Humas PLN Suluttenggo

Sejauh ini, penyulang yang sudah bertegangan di Sulawesi Utara- Gorontalo sebanyak 63 penyulang, dari total 80 penyulang yang ada. Sedangkan wilayah  yang masih mengalami pemadaman meliputi daerah Minahasa, Gorontalo, dan Kotamobagu.

Sementara itu, akibat pemadaman yang terjadi hingga 8 jam, banyak warga yang mengeluh, mulai dari makanan yang basi akibat pemanas nasi tidak berfungsi, ikan di aquarium yang mati karena tidak mendapat suplai oksigen, hingga keluhan keluarga sakit akibat tidak bisa mendapat penerangan listrik yang maksimal.

Menurut salah-satu warga Winangun 1, Martha, ayahnya harus dirujuk ke rumah sakit karena tidak ada penerangan di rumah, ditambah oksigen yang digunakan tidak berfungsi dengan baik, sehingga yang sakit semakin tambah stress dan harus di bawa ke ramah sakit. “Kami tidak tahu kalau akan terjadi pemadaman yang cukup lama. Biasanya normal pemadaman hanya 30 menit hingga 1 jam, namun hari ini hingga 8 jam. Bagaimana orang di rumah tidak makin sakit?” ungkap Martha, saat dihubungi Minggu (12/3/2017) malam sekitar pukul 22.30 WITA.

Jurnalis: Ishak Kusrant/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Ishak Kusrant

Lihat juga...