Bulog Terapkan Uji Coba Program BPNT Hanya di Padang

RABU, 1 MARET 2017

PADANG — Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre Sumatera Barat (Sumbar) Benhur Ngakimi mengatakan, belum semua daerah di Sumbar yang menjalankan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Saat ini dari 19 kabupaten/kota di Sumbar, hanya Kota Padang yang menerapkan BPNT. Sementara untuk daerah lainnya khusus kota, seperti Kota Bukittinggi, Kota Pariaman, Kota Padang Panjang, Kota Solok, Kota Sawahlunto, dan Kota Payakumbuh akan dilakukan pada tahun 2018 mendatang.

Kepala Divre Sumbar Benhur Ngakimi.

“Di tahun ini kita jadikan Kota Padang sebagai uji coba dari program BPNT itu, ke depan akan diikuti untuk kota lainnya, dan sesudah itu baru khusus untuk kabupaten,” katanya, Rabu (1/3/2017).

Ia menjelaskan, untuk penyaluran BPNT tersebut Bulog Divre se-Sumatera bekerjasama dengan PT. Bank Raykat Indonesia (BRI).

Menurutnya, BPNT itu diberikan untuk masyarakat kurang mampu selaku Keluarga Penerima Manfaat (KPM). BPNT tersebut merupakan transformasi dari program subsidi Beras Sejahtera (Rastra) yang telah digulirkan pemerintah pusat sebelumnya.

BPNT ini penyalurannya melalui agen BRI Link yang sudah bersinergi dengan Bulog, dimana bantuan pangan ini langsung dikirim ke rekening KPM, dengan rincian yang diterima 10 kg beras dengan harga Rp 85.000 dan sisanya gula pasir 2 kg dengan harga Rp 25.000, total semuanya Rp 110.000/bulan.

“Di Padang saat ini terdapat 40 agen BRI Link. Ke depan akan ditambah menjadi 100 mencapai 100 agen BRI Link,” ujar Benhur.

Dikatakannya, beberapa komoditas yang disuplai oleh Bulog dan tersedia di Rumah Pangan Kita (RPK) di antaranya beras, gula pasir, bawang, cabe dan kemungkinan daging jika ada yang membutuhkan.

Harga yang diterapkan Bulog di RPK tersebut merupakan harga termurah dari pasar. Untuk Benhur berharap masyarakat memanfaatkan program BPNT itu. “Bagi masyarakat penerima program BPNT ini harus memiliki Kartu Merah Putih yang bisa dibelanjakan secara nontunai di setiap BRI Link yang ada,” tutupnya.

Jurnalis: Muhammad Noli Hendra / Editor: Satmoko / Foto: Muhammad Noli Hendra

Lihat juga...