MINGGU, 12 MARET 2017
YOGYAKARTA — Sayap organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, Nahdatul Ulama (NU), yakni Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah DIY siap bekerjasama dengan berbagai pihak untuk mencegah berkembangnya paham komunis di Indonesia. Sebagai bentuk kesiapan melawan segala paham komunis tersebut, mereka menggelar kegiatan apel bersama bertema “Merajut Kebersamaan” di Lapangan Bercak, Jogotirto, Brebah, Sleman, Minggu (12/3/2017), sore hari ini.
![]() |
| Gelar apel bersama Banser DIY |
Apel dihadiri ratusan anggota Banser dengan mengenakan seragam lengkap. Mereka merupakan warga Nahdiyin yang berasal dari berbagai daerah di DIY seperti Sleman, Bantul, hingga berbagai daerah luar DIY lainnya, seperti Magelang dan Klaten.
Pembina Banser DIY, Imam Suhadi, mengatakan Banser DIY dengan tegas menolak berkembangnya paham komunis dan gerakan radikal di Indonesia. Pihaknya mengaku siap melawan dan menangkal paham tersebut dalam bentuk apapun.
“Kita selalu siap mencegah dan menangkal paham-paham komunis yang berkembang di Indonesia. Apapun bentuknya, kami Banser siap menghadapi. Kita juga selalu melakukan koordinasi dengan jajaran aparat di masing-masing rayon, baik melibatkan Kejaksaan, Korem hingga Gubernur selaku pemerintah, ” katanya, di sela acara.
Dijelaskan, dalam kegiatan apel tersebut juga terdapat Banser kader inti yang merupakan Gerakan Pemuda Anshor (GP Anshor), yakni menjaga aset-aset NU, baik itu Pondok Pesantren informal maupun pondok pesantren non formal. Hadir pula sejumlah pimpunan pondok pesantren, di antaranya pimpinan Ponpes Qasrul Arifin Plosokuning, Gus Rahullah Taqi Murwat.
![]() |
| Pembina Banser DIY, Imam Suhadi, bersama pimpinan Ponpes Qasrul Arifin Plosokuning Gus Rahullah Taqi Murwat. |
“Tiga materi yang disampaikan dalam apel ini adalah wawasan kebangsaan, bahaya dan cara memerangi teroris, hingga upaya bela negara,” ujar Imam Suhadi, yang saat ini merupakan Tim Bela Negara DIY.
Ia berharap, apel yang dihadiri ratusan Banser dari berbagai daerah tersebut dapat mempererat hubungan setiap anggota. Sekaligus juga menjaga kesiapan seluruh anggot dalam menjalankan tugas yang menanti ke depan.
Jurnalis: Jatmika H Kusmargana/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Jatmika H Kusmargana
