JUMAT, 3 MARET 2017
PADANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat, menyampaikan, bencana banjir tidak hanya terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota, tetapi juga di Kabupaten Sijunjung. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumatera Barat, Pagar Negara mengatakan, di Sijunjung banjir terjadi sejak malam tadi.
![]() |
| Kondisi Banjir di Kecamatan Kamang Baru Sijunjung yang menggenangi pemukiman warga. (Dok. BPBD Sijunjung) |
“Kita baru dapat informasi dari BPBD Sijunjung, bahwa di Sijunjung juga direndam banjir. Data sementara ada sebanyak empat ratus enam puluh delapan unit rumah dan bangunan lainnya yang terendam banjir,” katanya, Jumat (3/3/2017).
Ia menyebutkan, tingginya intensitas hujan di Sijunjung menyebabkan Sungai Batang Lalo, Sungai Moran, dan Sungai Batang Kariang meluap. Lokasi banjir di Sijunjung terjadi di Kecamatan Kamang Baru. “Belum diketahui, bagaimana kondisi masyarakat yang di Sijunjung. Namun, ketinggian air sekira mencapai lutut orang dewasa, data saat ini tidak ada korban jiwa,” jelasnya.
Sebelumnya, di Kabupaten Limapuluh Kota telah terjadi banjir sejak kemarin sore. Banjir merendam di 3 kecamatan, yakni Pangkalan, Kapur IX, dan Mungka. Selain banjir, di Kabupaten Limapuluh Kota juga terjadi longsor, yakni di Kecamatan Kapus IX. Kondisi di sana menyebabkan arus lalu-lintas kendaraan yang merupakan Jalan Nasional Sumatera Barat – Riau putus total sejak tadi malam. Longsor yang terjadi Jalan Nasional itu, membuat BPBD sulit mencapai titik lokasi banjir terparah yang berada di Kacamatan Pangkalan.
Jurnalis: Muhammad Noli Hendra/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Istimewa