Asosiasi Kontraktor Umum Nasional Sulsel: MEA Tidak Berguna Bagi Indonesia

SELASA, 28 MARET 2017

MAKASSAR —   Masyarakat Ekonomi ASEAN  tidak menguntungkan negara kita. Keberadaan MEA malah merugikan, terbukti dari hasil semua komoditi dikirim masuk ke Indonesia. Demikian kata Ketua Umum Asosiasi Kontraktor Umum Nasional DPP Sulsel, Ryan Latief ketika berbicara dalam sebuah dialog pemuda di Auditorium Al Amien Universitas Muhammadyah Makassar, Senin (27/3/2017).

Suasana Dialog Kepemudaan di Universitas Muhammadyah Makassar.

 “Itu terlihat banyaknya komoditi yang masuk ke Indonesia. Anehnya orang Indonesia daripada memakai barang hasil karya hasil bangsa sendiri, justru memilih barang yang dari luar,” kecamnya.

Itu sebabnya Ryan berpendapat tidak ada gunanya Indonesia bergabung dengan ASEAN, jika negara tidak diuntungkan.

“Inggris saja kala itu melepaskan diri dari Uni Eropa kenapa kita yang nyatanya tidak memiliki keuntungan sama sekali masih tetap terus bergabung dengan ASEAN,” ungkapnya.

Pembicara lain, anggota DPD MPR RI, wakil dari Sulwesi Barat, Muhammad Asri Anas mmaparkan bahwa bukan saja pemuda yang harus meningkatkan kualitas dirinya untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), tetapi juga pemerintah harus meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Menurut  Asri, banyak anak bangsa yang sangat potensial di Indonesia ini tapi mereka dikirim ke luar negeri untuk belajar dan pada akhirnya bekerja di sana.

“Setiap tahun hampir 5000 pemuda di Indonesia ini dikirim ke luar negeri untuk kuliah, namun pad akhirnya setelah lulus mereka menetap dan bekerja di sana. Padahal jika sitem pendidikan ini ditingkatkan maka kualitasnya akan sama dengan negara lain, sehingga kita tidak perlu mengirim pemuda kita ke luar negeri,” papar pria kelahiran Pare-Pare,  12 Juli 1975 ini.

Alumnus Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin ini juga meminta para pemuda memiliki inovasi dan kreativitas. Misalnya para sarjana yang lulus jagan fokus untuk mencari lapangan pekerjaan. Namun juga harus mampu menciptakan peluang lapangan pekerjaan.

“Seperti saya contohnya saya sarjana sastra tapi mampu mempekerjakan para sarjana teknik di usaha kontrasi yang saya miliki,” ujar Asri.

Dialog Kepemudaan bertajuk “Peran Pemuda dalam Menghadapi Era Globalisasi MEA”, merupakan salah satu dari rangkaian acara bertajuk Civil in Progressive yang digelar Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Muhammadyah, Makassar, selama sepekan.

Jurnalis: Nurul Rahmatun Ummah/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Nurul Rahmatun Ummah

Lihat juga...