Veteran Perang di Banjarmasin Minta Tambahan Dana Tali Asih

RABU, 1 FEBRUARI 2017

BANJARMASIN — Puluhan Legiun Veteran Republik Indonesia Kota Banjarmasin, mengadukan nasibnya ke Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Banjarmasin. Mereka menyoal sikap Pemerintah Kota Banjarmasin yang tidak memberikan bantuan dana talih asih kepada sesepuh veteran. 

Ketua LVRI Kota Banjarmasin, Kaspul Syahdan usai pertemuan di DPRD Banjarmasin.

“Pemko Banjarmasin sepertinya tidak menganggap keberadaan kami. Kenapa seolah-olah Pemerintah Kota menghilang?” ujar Ketua LVRI Kota Banjarmasin, Kaspul A. Syahdan, di sela pertemuan di ruang Komisi IV DPRD Banjarmasin, Rabu (1/2/2017).

Kaspul mengaku, kerap menyodorkan permintaan talih asih kepada Pemerintah Kota Banjarmasin. Kaspul bahkan sempat menunggui Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina, sekedar untuk mendapatkan dana bantuan itu. “Tapi, sampai sekarang tidak pernah diperhatikan. Kami ingin menyampaikan keluhan ini,” katanya, seraya menambahkan, bahwa veteran turut berjasa di masa lalu.

Ia mengakui, Pemko Banjarmasin sebenarnya memberikan tunjangan dana sebesar Rp. 3 Juta per tahun. Tapi, uang itu dikucurkan bertahap dalam setahun. Kaspul mempersoalkan bantuan lain seperti halnya di kota-kota tetangga yang menyantuni para veteran. Mereka pun berkeinginan dikubur di Taman Makam Pahlawan, bila telah meninggal dunia. “Menurut Kaspul, pemakaman di TMP itu sebagai tanda bukti atas jasa-jasa veteran. Kami minta dimakamkan di TMP,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin, Sri Nurnaningsih, mengakui selama ini bantuan dana untuk para veteran memang kurang maksimal. Ia berharap, Pemerintah Kota Banjarmasin memperhatikan keluh-kesah veteran perang. “Mereka juga pejuang, kenapa tidak diperhatikan? Secepatnya kami akan panggil Pemko Banjarmasin untuk mecarikan solusi,” katanya.

Kepala Bidang Pemberdayaan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin, Maria Sri Sulistianingsih, mengatakan pihaknya hanya memberikan bantuan dana sekedarnya. “Kami hanya memberikan sebanyak tiga juta rupiah per orang,  dan itu dibagi dalam tiga tahap setiap tahun,” katanya.

Maria mengatakan lagi, pihaknya akan mempelajari kembali tuntutan veteran ihwal dasar hukum yang mengatur tunjangan veteran, dana kehormatan, pemakaman di Taman Makam Pahlawan, dan hak- hak lainnya. Maria berusaha memfasilitasi keinginan para veteran.
Diananta P. Sumedi

Jurnalis: Diananta P. Sumedi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Diananta P. Sumedi

Lihat juga...