SENIN 20 FEBRUARI 2017
LAMPUNG—Proses penyelesaian pembangunan overpass Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di STA 07 Desa Hatta Kecamatan Bakauheni terus dikebut meski kondisi cuaca di wilayah Kecamatan Bakauheni terus diguyur hujan. Beberapa alat berat berupa dua unit crane sejak beberapa hari ini terus melakukan pemasangan balok yang membentang di atas Jalan Tol Trans Sumatera di paket I Bakauheni-Sidomulyo ruas Bakauheni-Terbanggibesar. Overpass yang sedang dikerjakan tersebut merupakan jembatan penghubung pengganti Jalan Lintas Sumatera yang terkena atau terlintasi proyek pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera.
![]() |
| Pemasangan kontruksi overpass di Desa Hatta Kecamatan Bakauheni. |
Sejak beberapa bulan selama pengerjaan overpass dilakukan arus kendaraan di Jalinsum dari arah Pelabuhan Bakauheni menuju sejumlah lokasi di pulau Sumatera dialihkan ke sebelah Barat dengan pembangunan jalan sistem rigid pavement sehingga pengendara tidak terganggu dengan aktifitas pengerjaan proyek tersebut.
Pelaksana proyek JTTS di paket I oleh PT Pembangunan Perumahan (PP) memasang pagar pembatas di kiri dan kanan jalan untuk menjaga keselamatan pengendara yang melintas dan menyiapkan petugas khusus di lokasi jalan yang dialihkan sekaligus menjadi jalur keluar masuk kendaraan pengangkut material tanah timbunan tol dalam proses pembersihan lahan (land clearing) tersebut.
Pantauan Cendana News proses pemasangan pondasi dalam (bore pile), pondasi penyangga (girder) dan pemasangan tiang penyangga (pier head) overpass yang berada di depan kantor Balai Karantina Pertanian Wilayah Kerja Pelabuhan Bakauheni tersebut telah dilakukan sejak akhir t 2016 lalu dan telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Agar pengerjaan proyek tidak menganggu arus kendaraan di jalan sementara pelaksana pembangunan JTTS bahkan membuatkan akses jalan alternatif yang hingga kini masih difungsikan menunggu pembukaan overpass yang bisa digunakan.
Saat dikonfirmasi Cendana News,Yus Yusuf selaku humas PT Pembangunan Perumahan (PP) pelaksana proyek JTTS seksi I Bakauheni-Sidomulyo mengungkapkan saat ini proses pengerjaan konstruksi overpass terus dikebut agar bisa segera digunakan. Yus Yusuf bahkan mengungkapkan kondisi cuaca yang saat ini cenderung didominasi hujan berimbas pada terhambatnya pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera termasuk fasilitas overpass tersebut.
“Terus dikerjakan namun target untuk dioperasikan pada bulan Maret belum bisa kita pastikan yang jelas target awal pada bulan Maret akan dioperasikan agar lalu lintas di Jalan Lintas Sumatera bisa kembali berjalan dengan normal” terang Humas PT Pembangunan Perumahan.
Perkembangan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera tersebut juga dengan dibebaskannya beberapa lahan milik warga di Desa Pasuruan, Desa Klaten dan Desa Kuripan yang sebagian besar warganya telah menerima uang ganti rugi pembebasan lahan JTTS pada Jumat (17/2/2017) dari tim penyediaan lahan yang semakin mempercepat proses pembersihan lahan.
Kendala di lapangan terkait percepatan pembangunan JTTS juga diakui oleh Roby Sumarna selaku General Affair (GA) PT PP yang mengungkapkan saat ini proses pengerjaan JTTS telah dilakukan dari Bakauheni menuju Sidomulyo dari STA 00 hingga STA 39 di Kecamatan Sidomulyo meskipun proses pembebasan lahan masih terus dilakukan.
JTTS ruas Bakauheni-Terbanggibesar berdasarkan memiliki panjang 140,938 kilometer dengan luas jalan mencapai 120 meter tersebut terus memperlihatkan perkembangan dengan beberapa paket yang sudah berbentuk jalan rigid. Beberapa diantaranya digunakan warga setiap sore hari untuk melintas dan beraktivitas terutama warga yang tinggal di sekitar jalan tol diantaranya di wilayah Bakauheni dan wilayah Sabah Balau.
Proses pengerjaan JTTS ruas Bakauheni-Terbanggibesar tersebut dikerjakan oleh beberapa pelaksana tol dia ntaranya dari seksi 1 dikerjakan PT Pembangunan Perumahan (Persero), seksi 2 oleh PT Waskita Karya (Persero),seksi 3 dikerjakan oleh PT Adhi Karya (Persero) serta seksi 4 dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (Persero) di bawah Badan Usaha Jalan Tol (BUJT)yang dipegang oleh PT Hutama Karya.
Jurnalis: Henk Widi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi