Semarang — Sudah satu bulan berlalu sejak pemberlakuan jalan satu arah diterapkan di Semarang masih banyak masyarakat yang bingung. Sopir angkot pun kerap merangkap jadi petugas sosialisasi jalur dadakan.
![]() |
| Sejumlah jalan di Semarang mengalami perubahan jalur menjadi satu arah. |
Ketua Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Kota Semarang, Wasi Darono, menerangkan, banyak pengemudi angkutan dan bus dalam kota harus cepat beradaptasi terhadap perubahan jalur tersebut. Apalagi, sebelumnya belum ada sosialisasi. Akhirnya, mereka terpaksa merubah trayek tanpa terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan pihak Dishub Kota Semarang.
“Anggota kami juga sekaligus melakukan sosialisasi kepada pelanggannya agar mereka tidak bingung,” terangnya kepada Cendana News.
Lebih lanjut Wasi mengatakan, apa pun kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah pada dasarnya pihaknya tetap mendukung. Tetapi alangkah baiknya jika memang sebelum diterapkan, diadakan sosialisasi dengan masa percobaan sehingga penumpang tidak merasa kebingungan.
Ketika dikonfirmasi, Kasi Angkutan Luar Trayek Dishub Semarang, Agung Nurul, mengakui, pihaknya memang terlambat untuk melakukan sosialisasi penerapan jalan satu arah. Ke depan, dia berjanji akan segera merumuskan metode sosialisasi yang tepat, cepat, dan efektif.
“Salah satunya dengan menempatkan petugas Dishub di jalur yang berubah,” tambah Agung.
Ia juga menambahkan, Dishub akan segera mengajukan SK ke wali kota tentang perubahan rute angkutan di Semarang sehingga pengemudi bisa merasa aman ketika mengoperasikan kendaraannya.
Seperti diketahui, untuk mengendalikan kemacetan di Kota Semarang yang semakin parah, terutama saat jam masuk dan pulang kerja, Polrestabes dan Dishub Kota Semarang merubah beberapa jalur protokol yang semula dua arah menjadi satu arah. Kebijakan yang diberlakukan mulai bulan Januari tersebut, ternyata masih membuat sebagian orang bingung. Terutama bagi pengguna angkot dan pendatang yang memasuki Kota Semarang.
Jalur protokol yang berubah antara lain Jalan Menteri Supeno arah ke gedung DPRD Jateng, kemudian Jalan Pemuda tepatnya di depan Mall Paragon, juga Jalan Thamrin dan Jalan Gajahmada. Perubahan jalur tersebut sebagai bentuk dari pengalihan kemacetan lalu lintas akibat semakin banyaknya jumlah kendaraan bermotor di jalan raya.
Jurnalis: Khusnul Imanuddin / Editor: Satmoko / Foto: Khusnul Imanuddin