KAMIS, 2 FEBRUARI 2017
MAUMERE — Curah hujan yang tinggi menyebabkan air dari daerah ketinggian di Kota Maumere akan mengalir menuju areal pelabuhan Laurens Say Maumere, dan menggenangi rumah warga yang berada di sebelah selatan pelabuhan depan di areal pelabuhan. Akibatnya, warga berencana mendatangi Gedung DPRD Sikka dan juga mengadukannya ke Pemerintah Kabupaten Sikka, agar segera memperbaiki drainase dan membuat jalur untuk pembuangan air ke laut.
![]() |
| Banjir yang menggenangi rumah warga dan jalan di depan pelabuhan Laurens Say Maumere. |
Demikian disampaikan salah-satu warga RT 01, RW 01, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Antonius Gregorius, kepada Cendana News di depan Pelabuhan Laurens Saya Maumere, Kamis (2/2/2017). Dikatakan Rori, sapaannya, warga dalam bulan Februari ini berencana untuk mendatangi DPRD Sikka untuk mengadukan penderitaan warga tersebut, agar persoalan banjir yang sering terjadi bisa segera ditangani. “Kami juga sudah bertemu dengan pihak Pelindo III Cabang Maumere, dan jawaban dari pihak Pelindo anggaran untuk tahun 2017 belum ada, sehingga akan diusulkan agar bisa direalisasikan tahun 2018,” terangnya.
Warga, sebut Rori, juga sudah mengusulkan melalui Musyawarah Rembug Pembangunan (Musrembang) sejak 2013, namun belum juga terealisasikan perbaikan drainase di depan pelabuhan. “Kami sedang menyusun surat kepada Pemerintah dan DPRD Sikka, agar bisa segera ditindak-lanjuti,” jelasnya.
| Antonius Gregorius salah seorang warga yang rumahnya terendam banjir. |
Bila terjadi banjir, ungkap tokoh pemuda ini, banjir akan menggenangi 6 rumah di sekitar pelabuhan, dan bila curah hujan tinggi, banjir akan merendam beberapa rumah lainnya di sekitar areal pelabuhan. “Warga sudah membangun komunikasi secara pribadi dengan beberapa anggota dewan dan diminta untuk bersurat ke DPRD Sikka. Kalau Pelindo tidak ada anggaran, kami akan mencoba mengadukan ke Pemerintah Daerah untuk segera diatasi, mengingat intensitas hujan yang tinggi saat ini. Namun, untuk sementara kami minta saluran air yang berada di depan areal pelabuhan dibersihkan dahulu, agar air bisa segera mengalir,” ungkapnya.
Dulu, sebelum dibangun pelabuhan peti kemas di bagian barat dan pintu masuk pelabuhan, air selalu lancar mengalir ke laut. Ada 3 drainase yang langsung mengalir ke laut, yakni di bagian tengah pintu masuk, ujung barat dan ujung timur Pelabuhan Laurens Say. “Kalau air laut paang, maka air banjir akan tergenang di bagian depan pelabuhan, sebab saluran macet tergenang lumpur dan sampah serta meluap dan menggenangi jalan di depan pelabuhan,” pungkasnya.
Jurnalis: Ebed De Rosary/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Ebed De Rosary