Seni Teater di Kalsel Diminta Bisa Tampil di Hotel Besar

SELASA, 21 FEBRUARI 2017

BANJARMASIN — Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Mahyuni, mendorong pegiat teater untuk tampil di hotel-hotel berkelas guna mempromosikan khasanah budaya Banjar. Ia mengaku, akan mendatangi pengelola hotel, agar merangkul kalangan seniman teater.

Pembukaan pentas teater Japin Carita ke-4 di IAIN Antasari.

“Teater seharusnya bisa kerjasama dengan perhotelan, karena selama ini hotel lebih mengenalkan budaya pop dan jazz. Kita perlu menjual dan promosi lewat seni teater,” ujar Mahyuni, di sela pembukaan Pentas Teater Japin Carita di Auditorium Mastur Jahri IAIN Antasari, Kota Banjarmasin, Selasa (21/2/2017).

Lewat pertunjukkan seni teater itu, ia berharap pelancong semakin mengenal potensi budaya dan wisata di Kalimantan Selatan. Sebab, Mahyuni mengakui ada beban berat mempromosikan potensi pariwisata budaya di Kalimantan Selatan. Itu sebabnya, ia meminta semua pihak berkolaborasi turut mengenalkan potensi wisata. “Setiap hari, penumpang yang datang lewat Bandara Syamsuddin Noor sekitar lima ribu orang, tapi yang benar-benar wisatawan hanya sembilan persen. Kami ingin meninggalkan kesan yang baik kepada wisatawan, agar mereka datang kembali,” ujar Mahyuni.

Pendiri Teater Awan IAIN Antasari, Ahmad Sufian Albanjari, menanggapi positif keinginan Mahyuni. Menurutnya, ada kecenderungan peminat seni teater semakin meningkat di kalangan remaja. Ia berkaca dari jumlah peserta yang meregistrasi pada perhelatan Teater Japin Carita ke-4. “Yang mendaftar ada sembilan belas kelompok peserta se-Kalimantan Selatan, baik pelajar, mahasiswa, dan umum. Japin Carita salah-satu adat budaya Banjar, selain bahasa, rumah, tarian, dan pakaian. Tradisi Japin Carita hampir punah, padahal ada nilai hiburannya,” kata Sufian.

Japin Carita adalah pentas teater yang dimainkan melalui penggabungan musik panting, tarian adat, dan sentuhan dakwah agama. Setiap peserta harus tampil dengan mengkolaborasikan ketiga unsur kunci tersebut. “Tahun 1960-an, sering dipentaskan di daerah Sungai Miai, Kampung Melayu, dan Alalak,” kata Sufian, sambil menambahkan, jika ketiga kampung itu ada di Kota Banjarmasin.

Namun, lanjut Sufian, Teater Japin Carita sejatinya telah dipentaskan sejak 1957 di wilayah Kabupaten Tapin. Pentas teater japin carita akan mencari aktris terbaik, aktor terbaik, penyaji terbaik, kelompok terbaik, dan juara favorit.

Jurnalis: Diananta P. Sumedi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Diananta P. Sumedi

Lihat juga...