SELASA, 28 FEBRUARI 2017
JAYAPURA — Terdapat dua pos Batalyon Infanteri (Yonif) 751 Raider di Kota Jayapura dan Kabupaten Keerom sebagai regu akhir pengamanan perbatasan Republik Indonesia (RI)–Papua New Guinea (PNG).
| Letnan Kolonel (Letkol) Infanteri, Akmil Satria Martha Y.D. |
Letnan Kolonel (Letkol) Infanteri Akmil Satria Martha Y.D, selaku Komandan Yonif 751/Raider, saat berbincang-bincang dengan Cendana News menjelaskan ada beberapa penugasan yang dilakukan Batalyon Raider ini. Salah satu di antaranya Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG di Kota Jayapura. Terdapat satu pos di Kampung Nafri untuk Kabupaten Keerom. Terdapat pula di Arso 13, Distrik Skanto.
“Mereka ini bagian dari Bantuan Kendali Operasi (BKO) kepada Kolakops Korem 172 Praja Wira Yhakti. Jadi dua pos itu di bawah Korem 172. Tugas utama mereka menjaga perbatasan RI-PNG, patok-patok Indonesia sehingga tanah Indonesia tak diambil negara lain,” kata Letkol Infanteri Akmil, Selasa (28/02/2017).
Selain itu, lanjutnya, mereka juga melakukan kegiatan teritorial bersama masyarakat setempat, seperti bergotong royong membersihkan lingkungan bersama masyarakat setempat. Ada juga soal pendidikan dan kesehatan. Kalau pendidikan, dikatakan Letkol Infanteri Akmil, anggotanya mengajar anak-anak maupun orang dewasa seperti membaca, berhitung dan menulis.
“Kita harus bersatu dengan rakyat, jadi di luar anjangsana. Mereka juga harus bisa mengatasi kesulitan masyarakat, seperti olahraga bersama, mengajar anak-anak membaca, menulis dan lainnya,” ujarnya.
Intinya sebelum bertugas, mereka telah diberikan perintah dari komando batalyon, ada perintah harian Pangdam XVII Cenderawasih yang juga harus dijalankan, Salah satunya prajurit di Papua jangan coba-coba mengonsumsi miras dan narkoba, sebab dapat menghancurkan nyawa dan keluarga.
“Jadi tugas pengamanan perbatasan semua melakukan tugas secara terbuka, tak ada yang tertutup. Tapi, saya tekankan lagi bahwa dalam laporannya kepada saya hanya sebatas tembusan, karena sesuai struktur mereka melapor ke Korem 172/PWY. Saya sebagai komandan batalyon hanya sebatas mengetahui kegiatan mereka,” ujarnya.
Jumlah personil Yonif 751 Raider yang di BKO-kan tersebut berjumlah 50 personil, terbagi di Kota Jayapura, Pos Nafri 25 personil dan di Arso 13, sementara Kabupaten Keerom berjumlah 25 personil.
“Personil yang ditugaskan ini dari Kompi C Sarmi, kenapa dari Sarmi tujuannya kami rolling tempat,” katanya.
Mereka ditempatkan jauh dari wilayah perbatasan di Nafri, Kota Jayapura dan Arso 13, Keerom karena menurut Letkol Infanteri Akmil, tujuannya sebagai penghadang bagi pelintas batas ilegal yang masuk dari Sentani Kabupaten Jayapura ke arah Keerom.
“Pos kami adalah lapisan ke berapa gitu, untuk menyaring pelintas batas ilegal yang masuk juga dari PNG ke Indonesia. Jadi komunikasi antar Satgas Pamtas dari organik Cenderawasih dan non organik harus lancar dikomando Komandan Korem 172/PWY,” tuturnya.
Sekadar diketahui, Batalyon 751 Raider terdiri dari 5 kompi senapan, yakni kompi A, B, C, D dan kompi E. Satu kompi bantuan dan satu kompi markas yang berada di Markas Utama Yonif 751/Raider, Sentani, Kabupaten Jayapura. Terdapat pula 2 kompi menjaga daerah yang dianggap rawan, seperti di daerah Kabupaten Puncak Jaya dan Puncak. Sementara untuk Satgas Pamtas RI-PNG hanya diturunkan satu kompi.
Batalyon ini sebagai satuan pemukul Kodam XVII Cenderawasih yang mempunyai tugas pokok membina kesiapan dan kesiapsiagaan satuan. Setiap saat dapat digerakkan untuk menanggulangi setiap bentuk ancaman teroris, integritas, dan kedaulatan NKRI, khususnya di wilayah Papua.
Guna mencapai keberhasilan setiap tugas, seluruh prajurit Yonif 751/Raider memiliki mobilitas tinggi, mampu berinteraksi secara cepat, bergerak mendekati musuh secara senyap dan memiliki ketepatan dalam menentukan sasaran ataupun target.
Jurnalis: Indrayadi T Hatta / Editor: Satmoko / Foto: Indrayadi T Hatta