SENIN 22 FEBRUARI 2017
MATARAM—Masih tingginya tingkat konsumsi rokok di kalangan pelajar di Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya Kota Mataram mengundang keprihatinan, tidak saja dari kalangan masyarakat, pendidik dan aktivis NGO pegiat kampenye anti rokok terhadap anak, tapi juga mengundang keperihatinan dari kalangan pelajar ikut berkampanye tentang bahaya rokok.
![]() |
| Rio paling kiri dan Haikal kanan siswa yang ikut mengkampanyekan bahaya rokok di kalangan pelajar di Mataram. |
Rio siswa MAN 2 Kota Mataram mengatakan, salah satu kampanye bahaya rokok yang dilakukan bersama teman – teman siswa dan guru didampingi Yayasan Galanga Anak Semesta (Gagas) Foundation adalam, dengan membuat tulisan tentang bahaya rokok dan menempelkannya di majalah dinding sekolah.
“Bersama teman-teman yang peduli tentang bahaya rokok kita buat gerakan bersama, salah satunya dengan membuat tulisan tentang bahaya merokok kemudian ditempelkan di Mading sekolah,” kata Rio di Mataram, Senin (20/2/2017).
Selain menempelkan informasi tentang bahaya rokok di Mading sekolah, Rio bersama temannya juga melakukan kampanye bahaya rokok dengan mengadakan lomba mading maupun foto tentang bahaya rokok yang melibatkan semua siswa.
Melalui kegiatan tersebut, semua siswa diharapkan bisa ikut berpartisipasi dan mengetahui mengenai bahaya merokok bagi kesehatan, khususnya bagi pelajar dan siswa.
Berbeda dengan Haikal, siswa SMA 3 Mataram, selain melakukan sosialisasi mengenai bahaya rokok kepada seluruh siswa didampingi Yayasan Gagas Foundation, Haikal bersama teman-temannya didukung guru mendatangi warung atau kios dan merayunya supaya mau membuka iklan rokok yang ditempelkan dan menggantinya dengan spandung berisi kampanye himbauan positif untuk tidak merokok.
“Para pedagang warung kita rayu supaya mau mengganti iklan rokok di depan sekolah dan menggantinya dengan spanduk yang kita berikan,” ungkapnya.
Ditambahkan, dalam melakukan pendekatan kepada para pedagang tidak ada paksaan dan sebagian dari mereka justru mendukung setelah kita jelaskan.
Jurnalis: Turmuzi/Editor: Irvan Sjafari/Foto; Turmuzi