SENIN, FEBRUARI 2017
SOLO — Kondisi Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, sangat memprihatinkan. Kantor dinas yang seharusnya menajdi ‘corong’ pemerintahan tentang keunggulan di bidang pariwisata, justru terancam roboh, karena dimakan usia. Meski mengkhawatirkan, Kantor Disparbud ini masih aktif digunakan untuk pelayanan masyarakat, dengan memasang tiang penyangga darurat dari bambu.
![]() |
| Kondsi Kantir Disparbud Karanganyar yang memprihatinkan. |
“Saat ini, kami belum bisa memperbaiki karena tidak ada dana. Paling cepat nanti setelah anggaran perubahan (APBD P) 2017 turun baru diperbaiki,” ucap Kepala Disparbud Titis Jawoto, saat ditemui Cendana News, Senin (20/2/2017), siang.
Diakui Titis, kondisi Kantor Disparbud yang terancam roboh ini sempat membuat khawatir pegawainya. Sebab, jika tidak diberi penyangga darurat dari bambu, sewaktu-waktu bisa roboh. “Saya di sini (Disparbud) pejabat baru, yakni baru awal tahun ini. Setelah kita cek ternyata kondisi kayu bagian penahan sudah lapuk dimakan rengat (rayap). Karena berbahaya, saya ambil tindakan untuk pasang penyangga dari bambu,” ungkapnya.
Tidak adanya dana dan lokasi lain, membuat pihaknya terpaksa menggunakan kantor yang di dalamnya banyak bambu penyangga sebagai aktivitas pegawainya. Mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Karanganyar itu juga mengaku aktivitas pegawai sedikit terganggu, karena tidak nyaman. “Namun demi pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan, kita terpaksa masih bertahan,” tandasnya.
![]() |
| Kadisparbud Karanganyar, Titis Jarwoto |
Menurut Titis, Kantor Disparbud yang dibangun pada 1978, selama ini belum ada perbaikan secara keseluruhan. Hingga 2017 ini, sudah beberapa kali ada perbaikan, namun hanya dilakukan di bagian tertentu. Untuk melakukan perbaikan atap secara menyeluruh, imbuh Titis, dana yang dibutuhkan sebenarnya tidak terlalu banyak. “Paling hanya seratus juta rupiah sudah bisa memperbaiki bagian atap secara keseluruhan. Nanti, kayu sebagai penyangga atap ini kita ganti dari baja ringan,” ungkapnya.
Ditambahkan, sebagai Kepala Disparbud, Titis berharap memiliki kantor yang ada di pinggir jalan raya. Alasannya, agar Kantor Disparbud mudah diketahui orang, terlebih turis yang akan liburan ke wilayah Karanganyar. “Kalau masuk ke dalam, sulit untuk dicari. Terlebih bagi orang yang baru pertama kali bertandang ke Karanganyar. Harapannya, kita bisa di pinggir jalan raya, Solo-Tawangmangu,” pungkasnya.
Jurnalis: Harun Alrosid/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Harun Alrosid
