Pohon Tumbang dan Kecelakaan, Akibatkan Lalu Lintas di Bakauheni Macet

SELASA, 14 FEBRUARI 2017

LAMPUNG — Kemacetan parah hingga lima kilometer lebih di Jalan Lintas Sumatera KM 1 Bakauheni hingga KM 5 Bakauheni hingga kini masih terjadi akibat sebuah pohon beringin besar tumbang dan menutupi badan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum). Akibatnya, ribuan kendaraan terjebak macet di ruas jalan utama Pulau Sumatera tersebut. Khususnya yang berada di depan pintu keluar dan pintu masuk Pelabuhan Bakauheni. Petugas kepolisian satuan lalu lintas dari Polres Lampung Selatan, Kepolisan Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni dan Polsek Penengahan, ikut dikerahkan mengurai kemacetan di sepanjang Jalinsum yang terjadi sejak dini hari akibat tumbangnya pohon beringin berusia puluhan tahun di Dusun Siring Itik, Desa Bakauheni itu.

Kemacetan terjadi akibat adanya pohon tumbang dan kecelakaan truk yang mengalami rem blong.

Menurut Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Lampung Selatan, Ajun Komisaris Polisi Mubiarto Banu Kristanto, Sik, kemacetan yang terjadi semakin diperparah dengan terjadinya kecelakaan lalu lintas kendaraan L 300 pembawa buah mangga dari Sumatera yang mengalami blong rem dan melintang di tepi jalan serta sebuah kendaraan truk tronton yang mengalami blong rem di lokasi yang sama.

“Kondisi hujan lebat membuat pohon tumbang dan kemacetan parah terjadi berimbas laju kendaraan terhambat. Posisi jalan yang berada di turunan juga membuat pengemudi kehilangan kontrol dan mengakibatkan kecelakaan,” terang Kasatlantas Polres Lampung Selatan, AKP Mubiarto Banu Kristanto, di Jalinsum KM 1 Bakauheni saat ditemui Cendana News, Selasa (14/2/2017).

Akibat kemacetan parah terjadi, ungkap AKP Mubiarto, kepolisian menerapkan sistem buka tutup jalan dan mengerahkan personil untuk mengurai kemacetan dengan mengarahkan kendaraan menuju arah Bandarlampung melalui Jalan Lintas Timur Sumatera. Pantauan Cendana News kemacetan masih berlangsung hingga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Garuda Hitam di KM 4 dengan beberapa petugas polisi lalu lintas dikerahkan.

AKP Mubiarto mengaku, sudah melakukan koordinasi dengan pihak PLN, Badan Penangggulan Bencana Daerah Lampung Selatan, serta instansi terkait, untuk melakukan pembersihan di lokasi pohon tumbang di jalur utama lintas Sumatera tersebut.

Anggota BPBD, kepolisian serta masyarakat yang dikerahkan bahkan ikut membantu mengevakuasi kendaraan yang mengalami rem blong dan beruntung kondisi pengendara hanya mengalami luka-luka dan beberapa ranting pohon tumbang bisa disingkirkan.

Antrean panjang mengular akibat pohon tumbang.

Selain melakukan pembersihan dengan tenaga personil BPBD Lampung Selatan serta kepolisian, sebuah alat berat juga dikerahkan untuk menyingkirkan material kayu dan longsoran tanah akibat hujan lebat yang terus mengguyur wilayah Bakauheni sejak malam hingga pagi. Beberapa pohon dengan potensi ranting dan batang tumbang sebagian ditebang oleh petugas BPBD menggunakan gergaji mesin.

Dampak dari kemacetan tersebut dialami Joni, salah satu pengemudi kendaraan dari arah Bandarlampung yang hendak menuju Pelabuhan Bakauheni yang mengaku terjebak kemacetan sepanjang 5 kilometer dan baru sampai di Pelabuhan Bakauheni dengan membutuhkan waktu dua jam akibat arus kendaraan merayap.

“Waktu tempuh ke Bakauheni biasanya lima menit. Dari Pasar Bakauheni ini bisa menjadi dua jam karena dua jalur nyaris tak bisa bergerak sama sekali. Sejak pagi kendaraan dari dua arah semua macet,” ungkap Joni.

Sementara itu, tumbangnya beberapa pohon di dekat pemukiman warga Bakauheni juga langsung ditindaklanjuti oleh Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Lampung Selatan, I Ketut Sukerta. Ia yang datang bersama puluhan personil Dinas Perumahan dan Pemukiman mengaku, melihat kondisi perumahan di wilayah tersebut yang berpotensi tertimpa pepohonan selama musim penghujan.

“Kita langsung koordinasi dengan lintas sektoral, termasuk BPBD, karena dampak kerusakan akhirnya juga berimbas ke perumahan warga sehingga kita juga ikut membantu di lokasi pohon tumbang ini,” ungkap I Ketut Sukerta.

Ia juga mengimbau perumahan dan pemukiman yang memiliki beberapa pohon tinggi dan berada di jalur utama Lintas Sumatera segera melakukan pemangkasan pohon. Selain membahayakan pengendara dan penghuni rumah saat terjadi pohon tumbang, berimbas kemacetan akibat jalur lintas Sumatera menjadi akses satu-satunya dari Bakauheni menuju Bandarlampung. Terutama yang akan menuju ke beberapa wilayah di jalur tengah Sumatera.

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Lampung Selatan, I Ketut Sukerta.

Kemacetan yang masih berlangsung hingga kini bahkan ikut mengganggu aktivitas bongkar muat kapal dengan terlambatnya ribuan kendaraan yang terjebak macet. Beberapa kendaraan yang hendak menuju Bakauheni dan akan naik kapal ke Pulau Jawa terpaksa terlambat beberapa jam dari waktu normal akibat kemacetan parah.

Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi

Lihat juga...