Petani Lampung Selatan Mulai Hadapi Serangan Hama Tikus dan Keong Mas

SENIN. 27 FEBRUARI 2017

LAMPUNG — Puluhan warga di Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, mengeluhkan hama tikus dan keong mas yang menyerang tanaman padi milik petani di Desa Sukapura dan Desa Sukarandeg, yang berada dekat tanggul saluran irigasi di wilayah tersebut.

Hendi, usai memasang plastik untuk mencegah serangan tikus dan keong mas.

Salah-satu warga Desa Sukarandeg, Hendi (39), ditemui Senin (27/2/2017), mengungkapkan, tanaman padi yang berusia sekitar 100 hari terpaksa diberi pagar mulsa plastik untuk mencegah hama tikus dan keong mas yang menyerang tanaman padi varietas Muncul yang juga mulai diserang banjir. Hendi mengaku lebih memilih mengeluarkan modal lebih dengan membeli plastik mulsa serta karpet untuk mencegah kerugian lebih besar lantaran serangan hama keong mas dan tikus.

Menurutnya, beberapa lahan tanaman padi yang tidak diberi pagar plastik mulsa terlihat diserang hama keong mas yang biasa menyerang saat daun dan batang padi berusia sekitar 2 pekan. Hendi mengaku membeli plastik mulsa sebanyak 4 gulung, dengan seharga Rp. 400.000 per gulungnya. Mulsa tersebut digunakan untuk memagari tanaman padi miliknya untuk menghindari serangan hama tikus dan keong mas. “Kami para petani di wilayah Sukarandeg sebagian memilih mengeluarkan biaya besar untuk membeli mulsa plastik sebagai pagar untuk tanaman padi yang kami miliki, karena jika tidak dipagari bisa habis diserang hama tikus dan keong mas,”ungkap Hendi.

Selain membeli pagar mulsa plastik yang dipasang keliling di areal sawah menggunakan pagar bambu dan tali, ia juga terpaksa membeli obat-obatan khusus untuk memusnahkan keong mas. Sementara untuk hama tikus, ia juga terpaksa menggunakan obat-obatan khusus untuk mengusirnya.

Hama keong mas yang menyerang tanaman padi berusia muda diakui Hendi membuat tanaman padi meranggas dan bahkan terpaksa harus diganti dengan tanaman baru dengan cara penyulaman. Sementara untuk tanaman padi yang terimbas hama keong mas, di antaranya dimusnahkan dengan cara memunguti hama keong mas dewasa yang mulai bertelur di batang batang padi serta sebagian bahkan bertelur di tanggul-tanggul sawah, karena perkembangan hama keong mas sangat cepat.

Sejulmlah sawah yang dipagari plastik.

Hendi mengungkapkan, penerapan sistem pagar tersebut merupakan teknik Trap Barrier System (TBS) dan Liniera Trap Barrier System (LTBS) yang merupakan teknik perangkap tikus dengan melakukan penanaman padi 3 minggu lebih awal, untuk menarik tikus datang dari lingkungan sekitarnya. Penanaman padi yang lebih awal tersebut akan menarik hama tikus yang akan diberi perangkap.

Selain itu, penggunaan plastik dengan ajir bambu yang pada bagian bawahnya terendam air dan parit, dilakukan untuk mencegah agar tikus tidak melubangi pagar. Selain penggunaan plastik bening, Hendi mengungkapkan petani lain juga menggunakan plastik terpal dan juga melakukan pemasangan bubu perangkap tikus.

Selain mengeluhkan hama penyakit tikus dan keong mas, petani juga mengaku saat ini masih mengkhawatirkan serangan bencana banjir di wilayah tersebut. Meski demikian, beberapa petani mengaku mengandalkan kondisi tanggul sungai yang menjaga lahan pertanian dari banjir dan mengandalkan mesin pompa untuk membuang air yang melimpas ke sawah. Petani berharap, hujan yang terus datang segera berhenti agar limpasan air sungai tidak masuk ke persawahan warga.

Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Henk Widi

Lihat juga...