SABTU, 4 FEBRUARI 2017
LAMPUNG — Kawasan pesisir pantai Kalianda khususnya di wilayah Kalianda Bawah Lampung Selatan merupakan kawasan bahari yang menyimpan beragam kekayaan alam dan keindahan. Salah satu kawasan yang diberi nama way panas merupakan kawasan sepanjang sekitar 200 meter yang berbatasan langsung dengan area wisata kuliner dermaga Bom Kalianda di sebelah Timur dan di sebelah Barat berbatasan dengan batu batu besar yang berada di antara Desa Maja dan Kelurahan Kalianda.
![]() |
| Bebatuan di kawasan yang dikenal dengan kawasan air panas Kalianda beberapa spot air panas menyembul di pantai |
Saat surut, batu batu yang menyembul ke permukaan banyak terlihat di kawasan tersebut dan samar samar akan terlihat asap tipis dari atas permukaan air di beberapa titik. Oleh sebagian masyarakat salah satunya Mulyadi (37) wilayah tersebut dikenal dengan Way Panas karena beberapa titik memiliki sumber air panas.
“Saat surut akan terlihat seperti uap yang keluar dari beberapa sumber mata air panas atau Way panas, beberapa sengaja dibuat kolam dengan batu karang karena ada beberapa bagian yang memang tidak mengeluarkan air panas,”ungkap Mulyadi saat dikonfirmasi Cendana News di Kalianda Bawah Kecamatan Kalianda, Sabtu (4/2/2017).
Beberapa rumah yang menghadap ke pantai bahkan memanfaatkan kawasan tersebut sebagai spot spot wisata khusus bagi masyarakat yang memiliki keluhan kesehatan, baik pegal linu maupun terkena penyakit kulit.
Namun lokasi yang berada sekitar beberapa meter dari daratan membuat hanya orang orang dewasa yang bisa melakukan aktifitas di way panas, sementara bagi anak anak lokasi tersebut kurang diminati.
![]() |
| Andi Indra pemilik satu satunya mata air panas yang ada di darat di wilayah Kalianda Bawah |
Hamparan bebatuan yang berada di way panas dengan sensasi dingin dan panas tersebut juga hanya bisa dimanfaatkan saat kondisi air pantai dalam kondisi surut karena untuk mencapai lokasi harus berjalan melewati beberapa batu karang.
Namun lokasi way panas yang berada di wilayah way panas Kalianda bawah juga sebagian berada di daratan. Berbeda dengan kawasan pantai terbuka yang bisa digunakan untuk umum, di salah satu titik tepat di Jalan Pratu M.Amin merupakan titik air panas satu satunya yang ada di daratan.
Lokasi yang ada di daratan tersebut di kawasan way panas Kalianda Bawah dibenarkan oleh sang pemilik, Andi Indra (43) yang memiliki lahan seluas 600 meter persegi dengan sekitar beberapa titik air panas dengan aroma belerang menyengat tepat di depan rumahnya.
Lokasi air panas yang sudah ada sejak puluhan tahun silam dan merupakan warisan sang ayah, Marulloh (alm) yang hingga kini masih tetap dipertahankan dengan membuat pagar serta kolam penampungan, pipa saluran yang dihubungkan ke kamar mandi untuk terapi air panas belerang.
“Sumber air panas belerang ini tingkat panasnya mencapai lima puluh derajat celcius sehingga masih sangat baik digunakan untuk mandi, airnya menyembur dari bawah tanah dan keluar menjadi mata air di sini dengan kandungan air belerang,”ungkap Andi Indra sambil menunjukkan air yang terus mendidih sepanjang waktu.
![]() |
| Rumah yang ditinggali Andi Indra sekeluarga masih terbuat dari kayu dan memiliki kamar mandi air panas |
Khasiat air panas mengandung sulfur atau belerang tersebut ungkap Andi cukup ampuh. Bahkan ia mengingat ada orang yang mengalami kelumpuhan dengan kesulitan berjalan menjalani terapi di rumahnya selama hampir sepekan dan akhirnya bisa berjalan.
Jurnalis : Henk Widi / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi

