SELASA, 21 FEBRUARI 2017
JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) adalah bentukan Yayasan Damandiri sebagai tulang punggung program pemberdayaan masyarakat yang menonjolkan empat aspek pemberdayaan, yaitu kesehatan, pendidikan, wirausaha dan lingkungan. Posdaya menghimpun masyarakat untuk sama-sama memberdayakan diri dan keluarga, bermodalkan segala potensi yang ada, demi menuju masyarakat sejahtera melalui tahapan-tahapan terukur.
| Kegiatan Heri di Posdaya Bahagia RW 01 Ceger, Jakarta Timur |
Pada aspek wirausaha, Yayasan Damandiri meluncurkan sebuah program pemberdayaan ekonomi keluarga bernama Tabungan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja). Masyarakat bisa mendapatkan pinjaman lunak bunga ringan 1,5 persen untuk mengembangkan atau menjalankan usahanya. Selain memberi pinjaman modal usaha kepada masyarakat, Yayasan Damandiri turut mengedukasi masyarakat untuk menabung di Koperasi melalui Tabur Puja.
Apa yang terjadi di Posdaya Kenanga Simprug, di mana pengurus berhasil mengarahkan para calon peminjam modal usaha untuk menabung sambil menunggu antrian pencairan dana, turut menarik perhatian Manager Tabur Puja, Heri Haryadi, SE, dari Koperasi Sudara Indra, Jakarta. Menurutnya, adalah suatu hal yang positif untuk mengedukasi anggota Tabur Puja untuk lebih giat menabung.
“Bahkan, sebenarnya menabung itu sudah menjadi program Yayasan Damandiri juga. Artinya, meningkatkan budaya gemar menabung, khususnya di koperasi adalah hal yang turut diperjuangkan Damandiri sejak awal peluncuran Tabur Puja,” sebut Heri, saat ditemui Cendana News pada Hari Kas Posdaya Bahagia RW 01, Ceger, Jakarta Timur, Senin (20/2/2017).
Secara sistemik, dalam Tabur Puja, jika seorang anggota membayar cicilan pinjaman, ia dikenakan tabungan wajib sesuai kesanggupannya. Selain itu, ada juga tabungan sukarela, di mana jumlahnya juga tetap sesuai kesanggupan anggota. Jika anggota rajin menabung, baik itu wajib maupun sukarela, akumulasi akhir tabungannya di akhir periode cicilan ikut menentukan besaran atau jumlah pinjaman berikutnya.
| Heri Haryadi, SE, Manager Tabur Puja Yayasan Damandiri |
Keuntungan bagi anggota yang giat menabung sangatlah besar. Dan, juga ada satu keuntungan lain dari tabungan sukarela, bahwa anggota bisa mencairkannya kapan saja untuk keperluan apapun. “Bahkan, tabungan sukarela bisa menambah modal usaha juga, jika diambil lalu digabungkan dengan jumlah pinjaman yang didapat anggota,” imbuhnya.
Heri berharap, langkah dari Posdaya Kenanga Simprug bisa diikuti juga oleh pengurus Posdaya lainnya, dan inisiatif seperti itu sangat positif dan mengedukasi masyarakat. “Setahu saya, ada juga Posdaya Jingga di Ragunan yang sudah menerapkan itu. Tapi perbedaannya, di Kenanga Simprug tabungan sukarela anggota mulai dilakukan sejak calon anggota masih dalam antrian pengajuan pinjaman. Ini menarik dan inspiratif, semoga lancar terus ke depannya,” lanjut Heri.
Heri menutup perbincangan dengan menjamin, bahwa inisiatif apapun yang diambil masing-masing Posdaya, selama itu tidak menyalahi peraturan yang berlaku di Tabur Puja adalah positif dan layak dikembangkan. Salah-satunya seperti yang dilakukan Posdaya Kenanga Simprug selama in,i dalam membudayakan gemar menabung.
Jurnalis: Miechell Koagouw/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Miechell Koagouw