JUMAT, 3 FEBRUARI 2017
YOGYAKARTA — Kota Yogyakarta hingga saat ini diketahui masih belum memiliki gudang pendingin tempat penyimpanan ikan segar dalam jumlah besar (coldstorage). Hal ini dirasa menyulitkan bagi pelaku bisnis ikan segar dalam mendistribusikan ikan segar dari nelayan ke konsumen. Selain itu, kondisi tersebut juga dinilai turut berpengaruh terhadap harga jual ikan di masyarakat yang lumayan tinggi.
![]() |
| Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Kota Yogyakarta, Sugeng Darmanto |
“Kita memang belum memiliki coldstorage atau tempat penyimpanan ikan dalam jumlah besar. Padahal, ini dibutuhkan para pelaku bisnis ikan sebagai tempat penyimpanan sementara dalam proses distribusi. Selama ini, coldstorage hanya dimiliki pelaku bisnis ikan dalam jumlah kecil,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Kota Yogyakarta, Sugeng Darmanto, Jumat (3/2/2017).
Menurut Sugeng, rendahnya minat konsumsi ikan masyarakat salah-satunya disebabkan karena mahalnya harga ikan segar di pasaran. Mahalnya harga ikan itu sendiri terjadi karena proses distribusi yang harus dilakukan berulangkali dalam jumlah kecil, lantaran tidak adanya tempat penyimpanan skala besar. Padahal, ikan segar hasil tangkapan nelayan hanya bertahan sekitar 12 jam di luar tempat pendingin.
“Dengan coldstorage ini, sebenarnya pelaku bisnis ikan bisa menghemat biaya distribusi. Karena coldstorage kapasitas besar bisa menyimpan ikan hingga seratus ton. Dengan coldstorage ini pula, proses distribusi pun akan bisa lebih maksimal, sehingga diharapkan akan membuat harga ikan di pasaran menjadi lebih terjangkau,” ujarnya.
Pihak Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta sendiri sebenarnya sudah merencanakan pengadaan tempat penyimpanan ikan dengan mesin pendingin atau coldstorage tersebut pada tahun 2016, lalu. Namun, pengadaan mesin pendingin senilai Rp. 2 Miliar tersebut gagal, karena adanya kebijakan efisiensi anggaran, baik di tingkat pusat maupun daerah.
“Penyediaan pool coldstorage ini kan sebenarnya bisa dilakukan oleh pemerintah maupun swasta. Namun, memang selama ini belum ada pihak swasta yang tertarik. Sementara kita pihak pemerintah sendiri juga belum bisa melakukan pengadaan coldstorage, karena keterbatasan anggaran. Padahal, kemarin itu sudah direncanakan, bahkan sudah ada pemenang lelang, meski akhirnya ditunda,” katanya.
Selain bisa bermanfaat untuk menyimpan ikan segar bagi para pelaku bisnis ikan, coldstorage ini sebenarnya juga bisa dimanfaatkan untuk gudang penyimpanan daging segar maupun sayuran segar. Selama ini, distribusi komoditas pokok baik daging, ikan, maupun sayuran tersebut dilakukan dalam jumlah terbatas ke pasar-pasar atau supermarket dengan kapasitas penyimpanan kecil.
Jurnalis: Jatmika H Kusmargana/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Jatmika H Kusmargana