KAMIS, 16 FEBRUARI 2017
MENTAWAI — Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, memiliki cerita unik soal leguh (nyamuk) berukuran besar yang berada di beberapa lokasi, saat berlangsungnya pemungutan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
![]() |
| Salah-satu TPS di Mentawai yang dikerumuni leguh besar. |
Salah-satu warga Dusun Jati, Kecamatan Sipora Utara, Dodik, mengatakan, ada dua TPS yang lokasinya dikerumuni leguh, yakni di TPS 1 dan TPS 3, yang berjarak sekitar 400 meter. Kondisi ini diakuinya sudah biasa dialami warga setempat. “Leguh di sini memang banyak dan ukurannya juga besar-besar, tapi bagi kami masyarakati Dusun Jati, ini sudah menjadi hal biasa,” ujarnya, Rabu (15/2/2017).
Ia menjelaskan, leguh ukuran besar ini memang tidak sebesar lalat. Tapi, jika dibandingkan dari ukuran leguh pada biasanya, leguh di Dusun Jati memang agak besar. Dodik mengakui, tidak mengetahui jenis leguh itu, tapi sebutan candaan warga di Dusun Jati, menyebutnya sebagai leguh gajah.
Menurutnya, warga setempat selalu membakar kayu-kayu dari hutan di halaman rumah untuk mengusir leguh, sebelum waktu cahaya matahari di ufuk barat mulai menghilang. Sementara, Kepala Dusun Champ, Geli Nehe, yang merupakan dusun yang bertetangga dengan Dusun Jati, menceritakan, persoalan leguh memang sudah lama terjadi. Ini mengingat dusun tersebut berada di pedalaman dan dikelilingi hutan yang masih sepi penduduk.
“Di sini kan lokasinya agak pedalaman. Jadi, bagi orang yang pertama kali datang ke sini, pasti merasa resah dan bahkan ada yang bilang sakit dan demam. Tapi, kurang tahu saya, apakah itu karena digigit leguh, atau tidak?,” ungkapnya.
Sementara itu, seorang jurnalis radio yang sering datang ke daerah itu, Zulvia, mengatakan, untuk mengantisipasi gigitan nyamuk atau leguh itu, ia memakan obat anti malaria serta rutin menggunakan larutan anti nyamuk.
“Nyamuk di sana benar besar-besar, beda dengan nyamuk pada umumnya. Dulu, saya sempat demam ketika liputan gempa di Mentawai sekitar lima belas tahun, lalu. Kata bidan di sana, akibat digigit nyamuk. Jadi, sejak itu saya disarankan meminum obat anti malaria untuk ketahanan tubuh saya,” tutupnya.
Jurnalis: Muhammad Noli Hendra/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Muhammad Noli Hendra