Beternak Sapi Berkelompok Lebih Menguntungkan

SELASA, 28 FEBRUARI 2017

LOMBOK — Jika dilakukan dengan benar dan serius secara berkelompok, beternak sapi bisa mendatangkan keuntungan menjanjikan. Salah-satunya seperti yang dialami oleh H. Ismail, seorang peternak sapi yang tergabung dalam Kelompok Peternak Sapi Ridho Illahi, Desa Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Nusa Tenggara Barat (NTB), berikut ini.

Ismail saat memberi pakan rumput gajah ternak sapinya di acara Gebyar Upsus Siwab Kementan RI di NTB

H. Ismail, anggota Sentra Peternak Rakyat (SPR) dari Kelompok Peternak Sapi Ridho Illahi, Desa Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Nusa Tenggara Barat (NTB), pada awalnya hanya memelihara sapi secara mandiri dan secara sambilan saja, sehingga keuntungan yang didapatkan tidak jelas. Namun, sejak mengikuti program SPR bersama Kelompok Ternak Sapi Ridha Illahi, ia bisa menikmati dan merasakan keuntungan dari beternak sapi.

“Kalau dulu sewaktu beternak sapi secara mandiri, keuntungan tidak menentu, karena mulai dari perawatan hingga penjualan tidak maksimal, di samping mungkin karena dilakukan sambilan,” kata Ismail kepada Cendana News, di sela acara Gebyar Upsus Siwab melalui IB di Lombok Barat, Selasa (28/2/2017).

Selain bantuan bibit, ia bersama Kelompok Ternak Sapi Ridha Ilahi juga mendapatkan konsetrat untuk penggemukan secara cuma-cuma, bibit rumput gajah untuk pakan ternak, termasuk pemeriksaan kesehatan ternak sapi yang dilakukan secara rutin oleh dokter hewan dari dinas setempat. Sehingga, selain kesehatan hewan ternak sapi yang dipelihara bersama kelompok bisa tetap terjaga, ia juga mengetahui cara perawatan dan penggemukan sapi melalui pelatihan yang diberikan. Sejak memutuskan bergabung dengan SPR Ridha Ilahi, Ismail bersama teman kelompoknya pun tercatat telah menjual 5 ekor sapi yang hasilnya dibagi bersama.

Abdullah, anggota SPR dari kelompok peternak sapi Anugrah Desa Ubung, Kabupaten Lombok Barat, mengaku dari hasil beternak sapi, ia bisa menyekolah dua orang anaknya hingga perguruan tinggi ternama di NTB. Selain itu, program Upsus Siwab melalui IB juga dinilai memiliki keuntungan tersendiri bagi peternak sapi di NTB, melalui perkawinan silang sehingga bisa mendapatkan bibit sapi besar dengan harga jual lebih mahal dibandingkan harga sapi lokal.

“Kalau ditanya, program Upsus Siwab melalui IB yang dicanangkan Kementrian Pertanian RI sekarang ini, sangat menguntungkan. Melalui kawin sapi campuran, bisa dapat besar, keuntungan ekonomi lebih mahal, senang sekali dengan adanya program ini,” katanya.

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sendiri merupakan salah-satu daerah yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat sebagai daerah pengembangan bibit sapi nasional. Pemprov NTB juga sejak 2004 telah mencanangkan program Bumi Sejuta Sapi (BSS). Tapi, sayang sebagian besar peternak sapi di NTB masih beternak sapi secara mandiri, tidak fokus dan dilakukan sambilan, bahkan ada yang liar dengan melepas ternaknya di kawasan hutan seperti di Pulau Sumbawa. Pengembangan populasi sapi oleh sebagian peternak juga masih dilakukan secara trandisional. Padahal, dengan beternak secara berkelompok dan program Upsus Siwan IB, NTB sangat potensial sebagai daerah swasembada daging sapi.

Jurnalis: Turmuzi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Turmuzi

Lihat juga...