KAMIS, 26 JANUARI 2017
BANDUNG — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) konsisten mengawal program yang dicanangkan Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni). Seperti pada Sosialisasi dan Pelatihan Penggunaan Buku Elektronik alias E-Pub untuk Tunanetra, di kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Jalan Dr. Setiabudi, Kota Bandung, Kamis (26/1/2017).
![]() |
| Ketua Yayasan Damandiri, Subiakto Tjakrawerdaja (kedua dari kanan) dalam Sosialisasi dan Pelatihan Penggunaan Buku Elektronik alias E-Pub untuk Tunanetra, di kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). |
Diketahui, E-Pub ini merupakan inisiasi salah satu rekanan dari Pertuni, yakni Yayasan Mitra Netra. Selain itu, peluncuran buku elektronik ini juga disokong oleh UPI.
Ketua Umum Pertuni, Aria Indrawati, menyampaikan, saat ini sudah ada sekira 190 E-Pug yang nantinya bisa dibaca melalui perpustakaan digital, Pustaka Mitra Netra.
“Tapi jumlah itu akan terus bertambah dan penyandang tunanetra boleh request buku-buku yang ingin dibaca. Kami akan berupaya untuk menyediakan buku tersebut di perpustakaan online,” ujar Aria di sela acara.
Kendati elektronik, struktur bukunya disesuaikan dengan buku asli sehingga sangat aksesibel bagi tunanetra. Dikatakan, E-Pub ini bisa diakses melalui komputer maupun telepon pintar.
Sementara yang dapat menjadi anggota Pustaka Mitra Netra adalah penyandang tunanetra, baik yang masih memiliki sisa penglihatan alias low vision maupun yang buta total. Mereka bisa menjadi anggota perpustakan elektronik tanpa harus mengeluarkan uang. Persyaratannya hanya mengisi formulir pendaftaran dan melampirkan keterangan bukti ketunanetraan yang ditandatangani pimpinan organisasi atau lembaga ketunanetraan.
“Tunanetra boleh meminjam secara cuma-cuma tidak membayar dan bisa meminjam buku sesuai dengan kebutuhan buku yang ingin mereka baca,” katanya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Damandiri, Subiakto Tjakrawerdaja, mengatakan, pihaknya memiliki komitmen memberdayakan masyarakat menjadi cerdas dan sejahtera. Tak terkecuali bagi penyandang tunanetra. Hal tersebut telah menjadi misi Yayasan Damandiri ketika pertama kali didirikan oleh Mantan Presiden Republik Indonesia ke 2, Soeharto, sekira 21 tahun silam.
“Memang Yayasan Damandiri didirikan oleh Pak Harto untuk meningkatkan kesejahteraan khususnya keluarga-keluarga yang belum sejahtera atau pun yang berkebutuhan khusus,” kata Subiakto.
Sejak tahun 1990 lalu, dikatakan, Damandiri sudah banyak membantu Pertuni, di antaranya dengan menggelar pelatihan untuk penyandang tunanetra. Agar masyarakat yang berkebutuhan khusus tersebut memiliki keahlian usaha guna meningkatkan pendapatan atau menciptakan lapangan kerja.
“Disamping itu juga kalau mereka membutuhkan modal untuk usahanya kita juga membantu dengan pinjaman lunak yang mudah diperoleh oleh mereka,” tuturnya.
Diketahui, pada acara Sosialisasi dan Pelatihan Penggunaan Buku Elektronik alias E-Pub ini dihadiri oleh sekira 200 penyandang tunanetra. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara berkesempatan pula memukul gong sebanyak lima kali sebagai tanda E-Pub diluncurkan.
Rudi mengatakan, pihaknya menargetkan tahun 2018 nanti seluruh daerah di Indonesia, baik kota dan kabupaten akan memiliki akses pita brodband. Artinya penyandang tunanetra maupun masyarakat pada umumnya bisa menggunakan internet dengan kecepatan tinggi.
“Jadi, pada saat itu, dimana pun itu termasuk yang tunanentra, kalau nggak salah di Indonesia ada 3750 ribu penyandang tunanetra, bisa menggunakan internet kecepatan tinggi,”
Diketahui, setelah di Kota Bandung, sosialisasi dan pelatihan akan berlanjut ke Yogyakarta, Malang, Denpasar, dan Manado.
Jurnalis: Rianto Nudiansyah / Editor Satmoko / Foto: Rianto Nudiansyah