Sikka Belum Miliki Sistem Pengolahan Sampah yang Memadai

SELASA, 31 JANUARI 2017

MAUMERE — Kabupaten Sikka belum mempunyai sistem pengolahan sampah yang memadai dari hulu ke hilir sehingga tidak heran sampah berserakan dimana-mana dan hal ini sudah berlangsung bertahun-tahun.

Sampah menumpuk di kolong rumah panggung di kampung wisata Wuring.

Demikian dikatakan Direktur Bank Sampah Flores, Wenefrida Efodia Susilowati, saat ditemui Cendana News, Senin (30/1/2017) malam di kantornya. Susi menyebutkan, belum ada grand design dan ini tugas pemerintah untuk membuatnya.

“Sampah di mana-mana juga terjadi karena drainasenya yang tidak berfungsi, banyak saluran yang tersumbat,” ujarnya.

Selain itu, tambah Susi, saluran yang saat hujan harusnya dilewati air malah dipenuhi sampah. Pemerintah daerah pun harus memfasilitasi, tempat sampah di semua tempat umum dan wilayah perkotaan.

“Kalau kita melarang orang membuang sampah sembarangan apakah kita menyiapkan fasilitasnya, tempat sampahnya? Kalau sudah siapkan tempat sampah baru kita bisa bilang jangan buang sampah sembarangan,” tegasnya.

Pendiri Bank Sampah Flores ini pun menambahkan, pengambilan sampahnya juga  harus dilakukan di semua wilayah. Di kota Maumere saja, ada 13 kelurahan dan desa, belum semua wilayah terakomodir fasilitas pengambilan sampah dari pemerintah.

“Ada kelurahan yang sudah diberi bantuan motor roda tiga namun tidak ada pegawai yang mengoperasikannya. Jadi jangan cuma memberikan fasilitas tapi bagaimana caranya supaya fasilitas ini dipergunakan secara berkelanjutan,” terangnya.

Yang tak kalah penting, beber Susi, yakni soal kebijakan. Pemerintah sebenarnya sudah buat aturan di Perda Ketertiban Umum, namun belum ada orang yang dikenakan sanksi akibat membuang sampah sembarangan.

“Perda yang dibuat belum dilaksanakan dan ini yang membuat orang masih membuang sampah sembarangan,” paparnya.

Ditambahkannya, perlu ada sosialisasi ke masyarakat dan edukasi secara terus menerus agar masyarakat bisa memahami apa dampak negatif dari kebiasaan membuang sampah di sembarang tempat.

Direktur Bank Sampah Flores, Wenefrida Efodia Susilowati.

“Bank Sampah Flores sudah melakukan edukasi kepada sekolah-sekolah bahkan kami juga mulai melakukannya dari jenjang PAUD dan TK agar pemahaman bersih lingkungan bisa ditanamkan sejak usia dini,” pungkasnya.

Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary

Lihat juga...