Sering Ada Oknum Potong Dana Santunan, Pemprov NTB Salurkan Langsung ke Rekening Keluarga Korban

JUMAT, 13 JANUARI 2017

MATARAM — Seringnya terjadi pemotongan dana santunan korban meninggal dunia maupun luka dalam sebuah musibah oleh oknum Lembaga Swadaya Masyarakat, aparat pemerintahan maupun desa, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyalurkan dana santunan kepada keluarga korban musibah tenggelamnya kapal pengangkut Tenaga Kerja Indonesia di perairan Batam, beberapa waktu lalu, secara langsung melalui rekening pribadi keluarga korban.
Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, Ahsanul Khalik
Hal demikian diungkapkan Kepala Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi NTB, Ahsanul Khalik, saat ditemui di sela acara Pengukuhan Pengurus Forum CSR-Kesos Provinsi NTB, amal dan pemberian penghargaan kepada perusahaan dan lembaga peduli bencana alam oleh Pemprov NTB di Hotel Grand Legi Mataram, Jum’at (13/1/2017).
Khalik menegaskan, selama ini beberapa kali menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat, seringkali ada oknum LSM, aparat desa maupun pemerintahan melakukan pemotongan, termasuk sekarang ini. Karenanya, dalam pemberian santunan korban meninggal maupun selamat dari tenggelamnya kapal pengangkut TKI di Batam, langsung ditransferkan ke rekening masing-masing keluarga korban. “Santunan sudah disalurkan langsung melalui rekening pribadi keluarga korban meninggal maupun selamat, supaya tidak ada pemotongan oleh oknum LSM, Kades maupun pejabat Dinas Sosial,” jelasnya.
Menurutnya, santunan telah diberikan kepada 20 keluarga korban meninggal dan 25 korban selamat asal NTB, dengan nominal bervariasi. Selain dari Pemprov NTB, dana santunan juga diberikan oleh Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) dan Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Provinsi NTB.
Untuk keluarga korban meninggal, santunan diberikan masing-masing dari Pemprov NTB sebesar Rp. 10 Juta, Bazda Rp. 5 Juta dan dari BNP2TKI sebesar Rp. 2,5 Juta. Sementara, untuk korban selamat santunan diberikan senilai Rp. 5 Juta rupiah setiap orang. “Kita berharap, meski bantuan yang diberikan nilainya sedikit, tapi kita berharap santunan itu bisa digunakan sebaik mungkin untuk keperluan keluarga dan anak korban meninggal,” kata Khalik.
Selain santunan bagi keluarga korban meninggal dan selamat dalam musibah tenggelamnya kapal pengangkut TKI yang sebagian besar berasal dari NTB, bantuan juga diberikan oleh PT. PLN Wilayah NTB kepada masyarakat korban banjir di Kota dan Kabupaten Bima yang terjadi beberapa bulan lalu. 

Jurnalis : Turmuzi / Editor : Koko Triarko / Foto : Turmuzi

Lihat juga...